4 Hal Yang Menjadikan Dunia Kokoh, Ini Penjelasanya

  • 03 Sep 2025 20:03 WIB
  •  Aceh Singkil

KBRN, Aceh Singkil : Dunia yang kita tempati ini, dengan segala kompleksitas dan keindahannya, berdiri kokoh di atas empat hal utama dalam pandangan Islam. Empat hal ini saling berkaitan dan menjadi fondasi bagi kehidupan yang harmonis, damai, dan penuh berkah.

Ustadz Yasirli, S.Pd.I., Gr., Kepala Sekolah SMP IT Hidayatullah Singkil dalam Program RRI Dialog Agama, Rabu (3/9/2025), menyoroti empat hal penting yang berperan sebagai penopang keutuhan dan keberkahan dunia. Menurutnya, empat hal ini, jika dipegang teguh, akan menciptakan keseimbangan sosial yang harmonis dan berkelanjutan. Ustadz Yasirli juga menekankan bahwa kerusakan dunia seringkali berawal dari hilangnya empat prinsip tersebut dalam masyarakat.

Pertama, pentingnya orang yang berilmu untuk tidak pelit dalam menyampaikan ilmunya. Ustadz Yasirli menjelaskan bahwa ilmu adalah amanah. Ketika seseorang menyembunyikan ilmunya, maka kebermanfaatan dari ilmu itu akan terhenti. "Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah. Kematian ilmu adalah saat ia tidak dibagikan. Sebaliknya, saat ilmu disebarkan, ia akan tumbuh dan melahirkan kebaikan-kebaikan baru", jelasnya.

kedua adalah keberadaan orang bodoh yang tidak merasa malu untuk menuntut ilmu. Dalam pandangannya, kemunduran suatu peradaban seringkali dipicu oleh arogansi dan keengganan untuk belajar. Ustadz Yasirli menggarisbawahi bahwa tidak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu, karena sejatinya menuntut ilmu adalah kewajiban seumur hidup. "Orang yang paling rugi adalah mereka yang merasa sudah cukup berilmu, padahal masih banyak hal yang harus dipelajari", tegasnya.

Ketiga, orang kaya yang tidak pelit dalam mengelola hartanya. Ustadz Yasirli menyampaikan bahwa harta adalah titipan dari Allah SWT yang di dalamnya terdapat hak-hak orang lain. Dengan berderma, orang kaya tidak hanya membantu meringankan beban sesama, tetapi juga membersihkan hartanya dari kotoran. "Zakat dan sedekah bukan mengurangi, melainkan melipatgandakan rezeki. Harta yang dibelanjakan di jalan Allah akan menjadi investasi terbaik untuk kehidupan dunia dan akhirat", ungkapnya.

Empat, orang miskin yang tidak menjual akhiratnya demi mendapatkan dunia. Ustadz Yasirli mengingatkan bahwa kemiskinan bukanlah alasan untuk melakukan perbuatan yang diharamkan, seperti korupsi, mencuri, atau menipu. "Keutamaan seorang mukmin sejati adalah saat ia tetap menjaga kehormatan diri dan agamanya, sekalipun dihadapkan pada kesulitan hidup. Karena sesungguhnya, kekayaan hakiki adalah kekayaan hati dan ketakwaan",tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....