Walikota Subulussalam Buka Jalan Pelajar Kuliah Luar Negeri
- 31 Agt 2025 13:50 WIB
- Aceh Singkil
KBRN, Subulussalam : Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB) menghadiri acara pelepasan pelajar penerima beasiswa Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITCC) ke Taiwan dan Tiongkok di Surabaya. Dalam acara yang diselenggarakan oleh yayasan yang didirikan oleh Dahlan Iskan ini, Rasyid Bancin menjajaki peluang bagi siswa lulusan sekolah menengah di Subulussalam untuk melanjutkan studi di luar negeri, Minggu (31/8/2025).
Dalam perbincangan dengan Dahlan Iskan, Rasyid Bancin didorong untuk mencontoh langkah yang diambil oleh Kabupaten Malinau, yang setiap tahunnya mengirimkan puluhan siswa untuk studi di Tiongkok dan Taiwan melalui program beasiswa serupa. Dahlan Iskan berharap pengiriman siswa dari Subulussalam akan menciptakan perputaran ekonomi yang lebih baik di masa depan melalui devisa yang dikirimkan oleh para lulusan yang bekerja di luar negeri.
| Baca juga: Mudik Aman dan Nyaman, Cek Kendaraan |
ITCC menawarkan beberapa skema beasiswa, termasuk beasiswa penuh yang mencakup biaya kuliah dan asrama, serta beasiswa parsial. Namun, untuk program studi Kedokteran, calon mahasiswa dikenakan biaya mandiri sebesar 15 juta rupiah per semester. Biaya perjalanan dari Indonesia ke negara tujuan menjadi tanggungan calon mahasiswa atau pemerintah daerah.
Koordinator ITCC, Andre So, menjelaskan bahwa beasiswa ini adalah bagian dari program "Kenyang-Pintar-Sehat". "Program Pintar adalah beasiswa untuk belajar di Tiongkok dan Taiwan," ujar Andre. Ia menambahkan, program ini diharapkan dapat mencetak tenaga kerja terdidik, bukan hanya pekerja nonformal seperti TKI pada umumnya.
Selain program beasiswa, Andre So juga menguraikan program "Kenyang" yang menawarkan pekerjaan dengan gaji minimal 8 juta rupiah per bulan di Tiongkok. Syaratnya, calon karyawan harus mengikuti pelatihan Bahasa Mandarin selama 1,5 tahun di Surabaya. Sementara itu, program "Sehat" berfokus pada pengiriman mahasiswa ke Fakultas Kedokteran di Tiongkok dan Taiwan, dengan harapan setiap desa di Subulussalam suatu saat memiliki satu dokter.
Rasyid Bancin menyatakan, "Kami sangat tertarik dengan program ini. Ini adalah kesempatan emas bagi anak-anak muda kami untuk mendapatkan pendidikan berkualitas internasional dan meningkatkan kesejahteraan keluarga serta daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....