Tips Sukses Budidaya Semangka

  • 27 Jul 2025 16:14 WIB
  •  Aceh Singkil

KBRN, Aceh Singkil : Siapa yang tidak suka semangka? Buah dengan cita rasa manis dan menyegarkan ini menjadi favorit banyak orang, apalagi saat cuaca panas. Namun, menanam semangka hingga menghasilkan buah yang berkualitas memerlukan teknik dan perawatan yang tepat. Beruntungnya, Jasidin Hutabarat, seorang petani semangka berpengalaman dari Singkil Utara yang juga menjabat sebagai Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), sudi berbagi kiat-kiat suksesnya.

Jasidin, yang telah berpengalaman di dunia pertanian, khususnya semangka, mengungkapkan bahwa ada beberapa kunci utama dalam budidaya semangka yang sering diabaikan. "Banyak yang berpikir menanam semangka itu gampang, tinggal tanam lalu tunggu berbuah. Padahal, ada detail-detail kecil yang justru sangat menentukan hasil panen," ujarnya kepada RRI Minggu (27/7/2025).

Menurutnya, langkah pertama yang tak bisa ditawar adalah pemilihan bibit semangka yang berkualitas. Anda bisa membeli bibit siap tanam di toko pertanian atau menyemai sendiri dari biji.

"Jika menyemai dari biji, pilih biji dari varietas semangka yang Anda inginkan dan pastikan biji tersebut sehat dan tidak cacat. Semai biji di dalam pot kecil atau tray semai sekitar 3-4 minggu sebelum waktu tanam yang direncanakan", jelasnya.

Setelah bibit, perhatian beralih ke lahan. Jasidin menekankan pentingnya pengolahan tanah yang benar. Ia juga menyarankan pembuatan bedengan untuk memastikan drainase yang baik, terutama di musim hujan, agar akar semangka tidak tergenang air.

"Setelah bibit memiliki 2-3 daun sejati, atau setelah berumur sekitar 3-4 minggu, bibit siap dipindahkan ke lahan. Buat lubang tanam dengan jarak sekitar 1,5 hingga 2 meter antar lubang dan 2 hingga 3 meter antar baris. Jarak yang cukup ini penting untuk memberikan ruang bagi pertumbuhan sulur semangka yang panjang. Tanam bibit dengan hati-hati agar akarnya tidak rusak, kemudian timbun kembali dengan tanah dan padatkan sedikit", tambahnya.

Jasidin juga menjelaskan bahwa semangka membutuhkan banyak air, terutama pada fase-fase kritis seperti pembentukan buah. "Penyiraman harus konsisten, jangan sampai tanah kering kerontang atau terlalu becek. Tapi ingat, penyiraman berlebihan juga tidak baik, bisa memicu busuk akar", tegasnya.

Untuk pemupukan, Jasidin memiliki strateginya sendiri. "Di awal pertumbuhan, fokus pada pupuk yang tinggi nitrogen untuk mendorong pertumbuhan vegetatif. Setelah tanaman mulai berbunga dan berbuah, kita beralih ke pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium yang lebih tinggi. Ini untuk membuat buah jadi manis dan bobotnya bagus", paparnya.

Tak kalah penting, Jasidin mengingatkan para petani untuk selalu waspada terhadap hama dan penyakit. "Hama seperti kutu daun, ulat, atau lalat buah bisa merusak panen dalam sekejap. Demikian juga dengan penyakit jamur. Lakukan pemantauan rutin dan segera ambil tindakan jika ada tanda-tanda serangan", pesannya.

Terakhir, Jasidin berbagi tips mengenai waktu panen. "Memanen semangka itu butuh pengalaman. Jangan terlalu cepat atau terlalu lambat. Biasanya, tangkai buah akan mulai mengering dan berwarna kecoklatan. Lalu, kalau dipukul, suaranya akan terdengar 'dug-dug' yang mantap, bukan 'tok-tok' seperti buah mentah", tutupnya sambil tersenyum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....