Transformasi Perpustakaan Dari Gudang Buku Menjadi Gudang Ilmu

  • 07 Jul 2025 13:44 WIB
  •  Aceh Singkil

KBRN, Singkil : Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Singkil menegaskan bahwa perpustakaan tidak boleh hanya menjadi tempat membaca, melainkan harus mampu berperan sebagai motor penggerak perubahan sosial yang relevan dengan perkembangan zaman. Hal tersebut dikatakan oleh Ali Hasmi SE, M.Si, PLH Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Singkil, saat berdialog bersama RRI Singkil.

Ia mengungkapkan, bahwa perpustakaan didaerahnya telah bertransformasi dari sekedar gudang buku menjadi gudang ilmu. Perpustakaan kini menjadi tempat pemberdayaan manusia yang terbuka dan ramah bagi semua lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, pendidikan, usia, maupun kondisi sosial.

“Mungkin masyarakat masih mengenal selama ini perpustakaan adalah gudang buku dan tidak menarik tempatnya, jadi sekarang ini bagaimana perpustakaan itu bertransformasi diri agar tidak lagi sebagai gudang buku tapi sebagai gudang ilmu, dengan perubahan peran perpustakaan dari sekedar tempat membaca menjadi tempat pemberdayaan manusia. Perpustakaan menjadi tempat terbuka, yang ramah bagi semua lapisan tanpa memandang latar belakang social, ekonomi, pendidikan, usia maupun kondisi social, itulah yang termasuk perpustakaan berbasis inklusi social,” sebut Ali Hasmi.

Ia menambahkan, pada tahun 2025 perpustakaan Aceh Singkil telah melakukan beberapa kegiatan, seperti lomba bercerita, lomba membaca nyaring, pelatihan konten creator, bedah buku dan pelatihan pembuatan pupuk enzim. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan kreativitas masyarakat Aceh Singkil.

“Di tahun 2025 ini sudah ada beberapa kegiatan yang kami lakukan pertama mengajak anak-anak sekolah dasar untuk lomba bercerita, kedua membaca nyaring atau read loud dengan mendatangkan sumber narasumber dari provinsi yang kompeten. Kemarin kemarin kita juga melakukan pelatihan konten kreator kepada generasi muda, selanjutnya nanti pada bulan September kita akan melakukan program bedah buku dan Agustus nanti pelatihan pembuatan pupuk enzim,” imbuhnya.

Dengan transformasi ini, perpustakaan Aceh Singkil berharap dapat merubah mindset masyarakat bahwa perpustakaan tidak hanya tempat buku, tetapi juga tempat untuk meningkatkan kualitas hidup dan kreativitas. Perpustakaan juga mendorong partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana meningkatkan kualitas hidup dan membangun komunitas literasi yang dapat mengeluarkan ilmu dan kreativitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....