Cara Menanamkan Anak Cinta Al-Qur'an Sejak Dini

  • 30 Mei 2025 17:26 WIB
  •  Aceh Singkil

KBRN, Aceh Singkil : Usia dini adalah masa keemasan bagi anak untuk menyerap pelajaran baru. Pada periode ini, otak anak berkembang pesat, menjadikan mereka sangat mudah menerima segala informasi, termasuk pelajaran agama. Membaca Al-Qur'an (mengaji) bukan sekadar aktivitas membaca, melainkan Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur'an bernilai pahala. Ini adalah salah satu bentuk ibadah langsung kepada Allah, menunjukkan ketaatan dan kecintaan seorang hamba kepada Penciptanya.

Ustadzah Mildawati, S.Pd., seorang guru mengaji dengan segudang pengalaman dan prestasi, kini aktif membina generasi Qur'ani di Aceh Singkil. Berbekal pengalaman mengajar selama enam tahun, serta predikat juara MTQ tingkat nasional di Sumatera Utara pada tahun 2018, Juga di tingkat provinsi menjuarai bagian cabang tahfidzul Qur'an 5 juz dan 10 juz.

Ustadzah Mildawati mendirikan Lembaga Pengembangan Tilawah dan Tahfidzul Qur'an (LPTTQ) Andalusia di Desa Sianjo-anjo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil. Kepada RRI pada Jum'at (30/5/2025), Ustadzah Mildawati berbagi pandangannya yang mendalam tentang pentingnya menanamkan kecintaan pada Al-Qur'an sejak usia dini.

"Mengajarkan anak mengaji sejak kecil itu seperti menanam pohon. Jika kita tanam sejak bibitnya kecil, akarnya akan kuat dan pohonnya akan tumbuh kokoh. Anak-anak yang terbiasa dekat dengan Al-Qur'an sejak dini akan memiliki pegangan hidup yang kuat. Mereka tidak mudah goyah oleh pengaruh negatif dari luar”, jelasnya.

Ia menambahkan bahwa proses mengaji juga melatih berbagai aspek perkembangan anak. "Saat mengaji, anak belajar konsentrasi, disiplin, dan kesabaran. Mereka harus fokus pada huruf, tajwid, dan panjang pendek bacaan. Ini secara tidak langsung membentuk kebiasaan baik dan melatih kemampuan kognitif mereka," ujarnya.

Ustadzah Milda mengatakan mengaji adalah cara terbaik untuk memperkenalkan anak pada nilai-nilai keislaman secara langsung. "Al-Qur'an adalah pedoman hidup. Dengan mengaji, anak-anak akan familiar dengan ayat-ayat yang mengajarkan tentang kejujuran, kasih sayang, hormat pada orang tua, dan pentingnya berbagi. Nilai-nilai ini akan tertanam kuat dalam diri mereka," paparnya.

Orang tua memegang peranan kunci dalam menanamkan kebiasaan mengaji. Lingkungan rumah yang kondusif dan dukungan penuh dari keluarga sangat mempengaruhi minat anak. "Tidak perlu menunggu anak pandai membaca huruf latin dulu. Ajak mereka mengaji dengan metode yang menyenangkan, seperti mengenal huruf hijaiyah melalui lagu atau permainan. Yang terpenting adalah menumbuhkan cinta mereka pada Al-Qur'an", sarannya.

Selain itu, Ustadzah Milda juga menyampaikan salah satu motivasinya membuka LPTTQ adalah membina anak-anak sedari kecil agar dapat bersaing di kancah provinsi bahkan nasional serta internasional. “Karena menurut kami, anak-anak itu semua punya potensi,asalkan ada tempat dan guru yang membinanya. Lebih-lebih anak yang memang mempunyai potensi,bakatnya dalam tilawah, suaranya bagus, namun tidak di asah, akhirnya anak tersebut tidak berkesempatan menguasai tilawah”, tegasnya.

Jika anak tidak dibiasakan mengaji sejak dini, mereka mungkin akan kehilangan kesempatan emas untuk membangun fondasi spiritual yang kokoh. Menumbuhkan minat mengaji di usia dewasa bisa jadi lebih menantang jika tidak ada kebiasaan yang terbentuk sejak kecil.

"Mari kita jadikan Al-Qur'an sebagai sahabat terbaik bagi anak-anak kita sejak mereka kecil. Dengan demikian, kita bukan hanya membekali mereka dengan kemampuan membaca, tetapi juga membentuk generasi penerus yang beriman, berakhlak mulia, dan berlandaskan Al-Qur'an", tutup Ustadzah Milda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....