Ini Sejarah Kereta Api di Indonesia
- 08 Okt 2024 15:49 WIB
- Aceh Singkil
KBRN, Singkil : Sejarah perkeretaapian di Indonesia tak lepas dari masa penjajahan Belanda. Pada abad ke-19, Belanda membangun jalur kereta api pertama di Indonesia untuk kepentingan ekonomi, terutama untuk mengangkut hasil bumi dari daerah-daerah produksi ke pelabuhan. Perkeretaapian di Indonesia merupakan bagian penting dari sejarah transportasi dan pembangunan negara. Jalur kereta api yang membentang dari Sabang sampai Merauke menjadi saksi bisu perjalanan panjang Indonesia. Mari kita telusuri sejarahnya.
Sejarah dunia kereta api di Indonesia bermula saat pencangkulan pertama jalur kereta api Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta) di Desa Kemijen oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Mr. L.A.J Baron Sloet van de Beele pada 17 Juni 1864. Pembangunan itu dilakukan oleh perusahaan swasta Naamlooze Venootschap Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NV. NISM) menggunakan lebar sepur 1435 mm.
Sementara itu, pemerintah Hindia Belanda membangun jalur kereta api negara melalui Staatssporwegen (SS) pada tanggal 8 April 1875. Rute pertama SS adalah Surabaya-Pasuruan-Malang.
Keberhasilan NISM dan SS mendorong ketertarikan berbagai investor swasta untuk turun tangan. Investor swasta jalur kereta api lantas membangun sejumlah jalur, seperti Semarang Joana Stoomtram Maatschappij (SJS), Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS), Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS), Oost Java Stoomtram Maatschappij (OJS), Pasoeroean Stoomtram Maatschappij (Ps.SM), dan Kediri Stoomtram Maatschappij (KSM).
Ada pula Probolinggo Stoomtram Maatschappij (Pb.SM), Modjokerto Stoomtram Maatschappij (MSM), Malang Stoomtram Maatschappij (MS), Madoera Stoomtram Maatschappij (Mad.SM), serta Deli Spoorweg Maatschappij (DSM).///Pengaruh Jepang
Pada 1942, pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sejak itu, perkeretaapian Indonesia diambil alih Jepang dan berubah nama menjadi Rikuyu Sokyuku (Dinas Kereta Api).
Selama penguasaan Jepang, operasional kereta api hanya diutamakan untuk kepentingan perang. Salah satu pembangunan di era Jepang adalah lintas Saketi-Bayah dan Muaro-Pekanbaru untuk pengangkutan hasil tambang batu bara guna menjalankan mesin-mesin perang mereka. Namun, Jepang juga melakukan pembongkaran rel sepanjang 473 km yang diangkut ke Burma untuk pembangunan kereta api di sana.
Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, beberapa hari kemudian dilakukan pengambilalihan stasiun dan kantor pusat kereta api yang dikuasai Jepang.
Puncaknya adalah pengambilalihan Kantor Pusat Kereta Api Bandung tanggal 28 September 1945 (kini diperingati sebagai Hari Kereta Api Indonesia). Hal itu sekaligus menandai berdirinya Djawatan Kereta Api Indonesia Republik Indonesia (DKARI). Ketika Belanda kembali ke Indonesia tahun 1946, Belanda membentuk kembali perkeretaapian di Indonesia bernama Staatssporwegen/Verenigde Spoorwegbedrif (SS/VS), gabungan SS dan seluruh perusahaan kereta api swasta (kecuali DSM).Berdasarkan perjanjian damai Konfrensi Meja Bundar (KMB) Desember 1949, dilaksanakan pengambilalihan aset-aset milik pemerintah Hindia Belanda. Pengalihan dalam bentuk penggabungan antara DKARI dan SS/VS menjadi Djawatan Kereta Api (DKA) tahun 1950.
Pada tanggal 25 Mei DKA berganti menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA). Pada tahun tersebut mulai diperkenalkan juga lambang Wahana Daya Pertiwi yang mencerminkan transformasi perkeretaapian Indonesia sebagai sarana transportasi andalan masyarakat.
Selanjutnya, pemerintah mengubah struktur PNKA menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) tahun 1971. Dalam rangka meningkatkan pelayanan jasa angkutan, PJKA berubah bentuk menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) tahun 1991. Perumka berubah menjadi Perseroan Terbatas, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pada tahun 1998.
Saat ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki tujuh anak perusahaan/grup usaha yakni KAI Services (2003), KAI Bandara (2006), KAI Commuter (2008), KAI Wisata (2009), KAI Logistik (2009), KAI Properti (2009), PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (2015).///Sejarah perkeretaapian di Indonesia adalah cerminan dari perjalanan panjang bangsa ini. Dari masa kolonial hingga era modern, kereta api selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Ke depan, diharapkan perkeretaapian di Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi tulang punggung sistem transportasi nasional.
Sumber : www.traveloka.com
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....