Siap Mundur dari Jabatan, Wali Kota Subulussalam Janji Zero Defisit

  • 14 Sep 2026 21:49 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Wali Kota Subulussalam, M. Rasyid Bancin, menggebrak panggung politik daerah dengan menyatakan kesiapannya untuk mengundurkan diri dari jabatan. Langkah ekstrem tersebut akan ia tempuh apabila dalam jangka waktu tiga tahun pemerintahannya gagal membebaskan daerah dari persoalan defisit anggaran.

Pernyataan tegas itu disampaikan M. Rasyid Bancin di hadapan publik dan jajaran pejabat daerah dalam rangkaian peringatan usia Kota Subulussalam yang ke-64 tahun di Lapangan Sada Kata, Komplek Perkantoran Pemko Subulussalam, Senin 14 September 2026.

Rasyid menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membenahi sektor perekonomian dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh karena itu, ia menolak untuk terjebak dalam ambisi politik jangka panjang demi mempertahankan kekuasaan.

"Jika di pikiran seorang pemimpin hanya berpikir bagaimana bisa untuk bertahan sampai dua periode, maka pikirannya dan perbuatannya akan lebih banyak tertuju untuk mempertahankan jabatannya," kata Rasyid.

Ia menilai bahwa orientasi kepemimpinan yang hanya mengejar periode kedua justru merugikan masyarakat. Bagi Rasyid, jabatan pimpinan daerah merupakan sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata, bukan sekadar kalkulasi politik kekuasaan.

Di tengah lonjakan beban anggaran daerah, Rasyid menetapkan tenggat waktu yang jelas untuk menuntaskan masalah keuangan Pemko Subulussalam agar berada pada kondisi angka nol (zero deficit).

"Maka di forum ini kembali kami menegaskan, Hadirin, bila tidak zero defisit 3 tahun, kami penandatanganan pengunduran diri kami," ujar Rasyid.

Ia menambahkan bahwa kebijakan anggaran harus diprioritaskan untuk pemenuhan hak-hak pegawai dan masyarakat. Pihaknya berupaya keras agar Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN dapat terpenuhi di tengah tantangan defisit daerah yang kian meningkat.

Rasyid juga meminta seluruh jajaran eksekutif, legislatif, yudikatif, serta aparatur sipil negara untuk mengesampingkan kepentingan pribadi dan fokus mengejar ketertinggalan daerah demi mewujudkan kesejahteraan bersama.

Mengakhiri orasinya, Rasyid memberikan pesan reflektif mengenai fana keberadaan sebuah jabatan. "Kalau masa jabatan tertinggi tentu adalah pensiun, gelar yang paling tinggi adalah almarhum," tutur Rasyid.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....