Wali Kota Subulussalam Desak Perbaikan Tanjakan Maut Kedabuhan
- 18 Mar 2026 16:25 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam : Wali Kota Subulussalam, Rasyid Bancin, melakukan koordinasi intensif dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) II Aceh guna mencari solusi permanen atas tingginya angka kecelakaan di wilayahnya. Pertemuan yang berlangsung di Banda Aceh, ini menyoroti sejumlah titik jalan nasional yang dinilai membahayakan nyawa pengendara, Rabu 18 Maret 2026.
Fokus utama pembahasan tertuju pada kawasan Kedabuhan di Kecamatan Penanggalan serta tanjakan Tingkat 3 di Kecamatan Sultan Daulat. Kedua lokasi tersebut dikenal sebagai jalur tengkorak karena kontur jalan yang sangat terjal, sehingga sering menyebabkan kendaraan bermuatan berat gagal menanjak dan memicu kecelakaan beruntun.
Dalam paparannya, Rasyid Bancin menjelaskan bahwa kondisi lapangan saat ini sudah sangat mengkhawatirkan karena minimnya fasilitas pendukung keselamatan. Jalur dengan kemiringan ekstrem tersebut kerap memakan korban, terutama bagi pengemudi yang tidak menguasai medan atau saat cuaca buruk melanda wilayah Subulussalam.
"Kami menerima banyak laporan dari masyarakat terkait kendaraan yang tidak mampu menanjak hingga menyebabkan kecelakaan. Kondisi ini perlu segera ditangani secara serius," ujar Rasyid Bancin saat menekankan urgensi perbaikan infrastruktur jalan tersebut kepada pihak BPTD.
Pemerintah Kota Subulussalam mendorong adanya langkah preventif yang konkret, salah satunya melalui penambahan fasilitas teknis di area rawan. Rasyid Bancin menegaskan bahwa penyesuaian kemiringan jalan (grade) atau penambahan jalur penyelamat menjadi opsi yang perlu dikaji secara mendalam oleh otoritas transportasi darat.
Selain perbaikan fisik jalan, orang nomor satu di Subulussalam ini juga menyoroti masalah penerangan jalan umum (PJU) yang masih sangat minim. Menurutnya, gelapnya jalur Kedabuhan dan Sultan Daulat pada malam hari menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko kecelakaan fatal bagi pengguna jalan trans-Sumatera tersebut.
"Penambahan lampu penerangan jalan sangat penting, terutama di titik rawan, agar keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin," tegas Rasyid Bancin. Ia berharap BPTD II Aceh segera merealisasikan pemasangan lampu di titik-titik buta (blind spot) untuk membantu visibilitas pengendara.
Koordinasi lintas sektor ini diharapkan melahirkan solusi teknis yang komprehensif agar kelayakan infrastruktur di Subulussalam meningkat. Pemerintah Kota berkomitmen untuk terus mengawal usulan ini hingga terealisasi demi menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat yang melintasi jalur tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....