Dinsos Subulussalam Kawal Ketat Penyaluran Bantuan Pemulihan Korban Banjir

  • 12 Mar 2026 11:25 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam : Dinas Sosial Kota Subulussalam memperketat pengawasan penyaluran bantuan bagi korban banjir guna memastikan dana pemulihan tepat sasaran. Pemantauan langsung dilakukan di Kantor Pos Subulussalam sebagai titik distribusi utama bagi warga terdampak. Langkah ini diambil untuk menjamin transparansi dalam proses transisi pasca-bencana di wilayah tersebut, Kamis 12 Maret 2026.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya agar setiap bantuan hukum dan sosial benar-benar diterima oleh pihak yang layak. Pengawalan ini melibatkan jajaran pimpinan dinas untuk memastikan tidak ada kendala teknis di lapangan. Kehadiran petugas di lokasi penyaluran bertujuan memberikan rasa aman bagi warga penerima manfaat.

Bantuan yang disalurkan mencakup tiga kategori utama, yakni uang Jaminan Hidup (Jadup), stimulasi ekonomi, dan dana pemulihan hunian. Paket bantuan ini dirancang untuk menjadi modal awal bagi warga dalam memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Selain itu, dana tersebut diharapkan mempercepat perbaikan tempat tinggal yang rusak akibat terjangan banjir.

Kepala Dinas Sosial Kota Subulussalam, Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa peran instansinya berfokus pada fungsi pengawasan distribusi. Ia menegaskan bahwa mekanisme pendataan awal bukan merupakan ranah kewenangan teknis dari Dinas Sosial. Pemisahan peran ini dilakukan untuk menjaga koordinasi antar-institusi tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami dari Dinas Sosial hanya memantau untuk memastikan bahwa penyalurannya tepat sasaran. Soal pendataan, bagaimana mekanismenya bukan dari Dinas Sosial,” tegas Taufik Hidayat.

Kelancaran distribusi ini juga didukung oleh pertukaran data yang intensif antara Kantor Pos Subulussalam dan Kantor Pos Tapak Tuan. Kerja sama lintas lembaga ini menjadi kunci utama dalam memvalidasi penerima agar bantuan tidak tumpang tindih. Sinergi antara pemerintah dan penyedia jasa pos memastikan akses bantuan menjangkau desa-desa pelosok.

Pemerintah berharap masyarakat penerima manfaat dapat memprioritaskan penggunaan dana untuk kebutuhan yang paling mendesak. Pemulihan kondisi sosial pasca-banjir sangat bergantung pada ketepatan warga dalam mengelola bantuan tersebut. Penyaluran ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi seluruh korban bencana di Subulussalam.

Rekomendasi Berita