Mengenal Olahraga Tinju Dan Sejarahnya Sampai masuk Indonesia
- 29 Agt 2024 22:54 WIB
- Aceh Singkil
KBRN SIngkil : Tinju adalah olahraga dan seni bela diri yang menampilkan dua orang partisipan dengan berat yang serupa bertanding satu sama lain dengan menggunakan tinju mereka dalam rangkaian pertandingan berinterval satu atau tiga menit yang disebut ronde. Baik dalam Olimpiade ataupun olahraga profesional, kedua petinju menghindari pukulan lawan mereka sambil berupaya mendaratkan pukulan mereka sendiri ke lawannya.
Etimologi.
Kata "tinju" adalah terjemahan dari kata Inggris "boxing" atau "Pugilism". Kata Pugilism berasal dari kata latin, pugilatus atau pinjaman dari kata yunani Pugno, Pignis, Pugnare, yang menandakan segala sesuatu yang berbentuk kotak atau "Box" dalam bahasa Inggrisnya. Tinju Manusia, kalau terkepal, berbentuk seperti kotak. Kata Yunani pugno berarti tangan terkepal menjadi tinju, siap untuk pugnos, berkelahi, bertinju. Dalam mitologi, bapak dan Boxing adalah Poliux, saudara kembar dari Castor, putera legendaris dari Jupiter dan Leda.
Sejarah Tinju.
Menurut sejarah, tinju pertama kali dikenalkan dari bangsa Yunani, Romawi, dan Mesir. Pada awalnya, pada petinju melakukan pertandingan tanpa menggunakan sarung tinju, namun menggunakan sarung besi sehingga ketika itu banyak sekali petinju yang meninggal dunia di area pertandingan karena terkena pukulan sarung tangan besi.
Saat itu petinju yang terkenal adalah Theagenes yang berasal dari Thasos, Yunani. Theagenes sudah menjadi juara olimpiade tinju yang dilaksanakan pada tahun 450 M. Ia juga melakukan pertandingan tinju sebanyak 1.406 kali dalam hidupnya dan ketika itu masih menggunakan sarung tangan besi.
Kemudian, pada 10 Agustus 1973 dikeluarkan peraturan tentang tinju versi terbaru serta pemakaian sarung tinju dengan memakai bahan spons. Petinju pertama yang menggunakan sarung tinju berbahan Spons bernama James Ping, dan saat itu ia merupakan seorang juara dari Britania.
Sejarah Tinju di Indonesia
Pertama kali tinju masuk dan dipopulerkan di Indonesia yaitu oleh Hindia Belanda atau KNIL (Koninklijk Nederlands Inside Large). Ketika itu, kalahnya Belanda oleh Jepang membuat pertinjuan Indonesia kehilangan tanduk.
Sehingga setiap pertandingan tinju diselenggarakan tanpa adanya organisasi yang bertanggung jawab. Maka kepolisian ingin mendirikan organisasi tinju.Akhirnya, Komandan Kepolisian di Jakarta, Didi Karta Sasmita mendirikan PERTIGU (Persatuan Tinju dan Gulat) dengan ketuanya Frans Mendur pada tanggal 28 April 1955.
Ketika itu, Menjelang Olimpiade Roma tahun 1960, Indonesia hendak ikut berpartisipasi. Namun, Ketentuan IOC (International Olympic Commitee) mengharuskan ada organisasi tinju amatir yang mandiri di Indonesia.Sehingga pada tanggal 30 Oktober 1959 berdirilah PERTINA (Persatuan Tinju Amatir Indonesia).
Saat itu, olahraga tinju profesional sempat dilarang dipertandingkan di Indonesia akibat politik Indonesia pada waktu itu cenderung ikut blok sosialis. Maka pada 23 November 1961, Maladi selaku Menteri Olahraga melarang tinju profesional hidup di Indonesia.
Tinju di Indonesia bisa dibilang sangat populer dengan lahirnya seorang juara tinju dunia seperti Chris John.
Sumber : Wikipedia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....