Sadakata Basketball Gandeng Pelatih Banda Aceh Asah Fondasi Atlet Subulussalam
- 02 Okt 2026 20:11 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam - Sadakata Basketball Academy menggelar program Coaching Clinic Basketball selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat hingga Minggu 2 hingga 4 Oktober 2026. Kegiatan pelatihan intensif ini dipusatkan di Lapangan Bola Basket Pendopo Wali Kota Subulussalam.
Langkah ini diambil sebagai komitmen akademi dalam memperkuat fondasi pembinaan olahraga basket di daerah. Fokus pelatihan mencakup penguasaan teknik dasar, taktik permainan, ketahanan fisik, hingga pembentukan karakter atlet.
Dalam agenda ini, Sadakata Basketball Academy menghadirkan Founder Arrows Basketball Academy Banda Aceh, Coach Jessy Paty, sebagai pemateri utama. Kehadirannya ditujukan untuk mentransfer ilmu serta wawasan baru bagi para atlet muda dan pelatih lokal.
Pelatihan dibuka pada Jumat sore mulai pukul 15.00 WIB. Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada Sabtu sore pukul 16.00 WIB, serta ditutup pada Minggu yang terbagi dalam dua sesi, yakni pagi dan sore.
Coach Sadakata Basketball Academy, Saddam Sinaga, menilai pembinaan talenta muda tidak bisa hanya mengandalkan rutinitas latihan harian semata. Menurutnya, pemahaman taktik dari instruktur berpengalaman sangat dibutuhkan untuk meningkatkan level permainan anak-anak daerah.
Saddam menegaskan bahwa akademi ingin memberikan kesempatan belajar yang setara bagi pebasket muda di Kota Subulussalam agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
"Bagi kami, pembinaan atlet bukan hanya tentang bagaimana mereka bisa bermain basket dengan baik, tetapi juga bagaimana membentuk kedisiplinan, kerja sama, sportivitas, mental bertanding, dan karakter yang kuat," ujar Saddam Sinaga.
Ia menambahkan, kehadiran Coach Jessy Paty diharapkan mampu menyuntikkan motivasi serta memperkenalkan metode latihan modern yang terarah.
"Kami ingin anak-anak Subulussalam memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi," ujarnya.
Selain menitikberatkan pada aspek teknis di lapangan, program ini dirancang untuk merekatkan hubungan antara atlet, pelatih, orang tua, dan komunitas pecinta basket di Subulussalam.
Pihak akademi menekankan bahwa pengembangan olahraga prestasi merupakan proses jangka panjang yang memerlukan sinergi lintas sektor. Dukungan dari pemerintah daerah dan orang tua murid menjadi kunci keberlanjutan program ini.
Saddam berharap kegiatan klinis seperti ini dapat diselenggarakan secara berkala demi menjaga ekosistem bola basket di daerah agar tetap bergairah.
"Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari semakin berkembangnya ekosistem bola basket di Kota Subulussalam. Dukungan orang tua, pelatih, komunitas, dan pemerintah tentu sangat penting agar pembinaan atlet dapat berjalan secara berkesinambungan," tambahnya.
Mengenai sasaran jangka panjang, akademi menekankan pentingnya pembentukan mentalitas juara yang berintegritas pada setiap peserta didik.
"Target kami bukan sekadar menciptakan atlet yang mampu memenangkan pertandingan, tetapi membangun generasi muda yang memiliki karakter, semangat juang, dan kebanggaan untuk membawa nama Kota Subulussalam melalui olahraga bola basket," pungkas Saddam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....