Berkah Pascabanjir, Warga Darul Makmur Subulussalam Melek Digital Berkat BTS Mini
- 06 Okt 2026 14:18 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam - Selama bertahun-tahun, untuk mengirimkan satu pesan singkat saja, warga Kampong Darul Makmur harus menempuh perjalanan 1,5 kilometer. Desa yang berjarak sekitar 35 kilometer dari pusat Kota Subulussalam ini sempat terendam banjir sepinggang pada akhir 2025 lalu. Kini, desa terpencil di Kecamatan Sultan Daulat itu justru mendapat berkah yang tak pernah dibayangkan.
Berkah itu bernama Base Transceiver Station (BTS) mini portabel yang beridir di Dusun Jehe sejak 18 Januari lalu. Bagi 110 kepala keluarga (KK) di desa , menara setinggi belasan meter itu bukan sekedar besi, tapi jembatan dari isolasi menuju indonesia yang inklusif.
Kepala Kampong Darul Makmur, Raja Mula Sambo, mengatakan masih ingat betul penderitaan warganya. Ia menceritakan, warganya harus menghafal titik-titik di luar kampung untuk dapat terhubung dengan sinyal.
"Kalau dulu untuk mengakses sinyal sebelum adanya BTS ini, ada titik-titik tertentu juga dia. Dari pertengahan kampung untuk menuju jaringan itu ada berkisar 800 meter, bahkan bisa mencapai 1,5 kilometer, tapi sekarang kami sangat terharu dan merasa senang dengan datangnya salah satu jaringan komunikasi untuk desa kami" ungkapnya.
Dampak kehadiran sinyal dirasakan Abdullah Barat, warga Darul Makmur. Ia mengatakan dulu memberi kabar kepada sanak saudara di luar daerah sangat sulit. Namun kini, mulai infromasi harga sawit, pengiriman uang , hingga informasi sekolah anak bisa diakses dari kebun.
"Dulu kami sangat kewalahan berkomunikasi, baik ke guru untuk pendidikan, kalau ada urusan di sekolah kami harus langsung menuju ke lokasi. Tapi sekarnag karena adanya jaringan ini sekarang semua lebih mudah," kata Abdullah.

(Peninjauan BTS Mini Portable bersama Kepala Kampong Darul Makmur, Raja Mula Sambo dan Abdullah di Dusun Jehe, Senin 5 Oktober 2026)
Selain itu, Fitrawati, seorang ibu rumah tangga yang kini menjadi pelaku UMKM digital mengatakan bahwa sejak adanya tower mini itu semua kerjaannya sangat terbantu, ia mengakui dulunya harus mencari titik sinyal untuk sekadar membalas chat pemebeli, tapi kini dari rumah saja ia dapat membeli pesanan pelanggannya.
"Alhamdulillah semenjak ada tower itu, bisa kami buka-buka usaha sikit-sikit melalui Shopee. Apa kebutuhan masyarakat bisa tambah mudah," ujarnya.

(Fitarwati, pelaku UMKM di Kampong Darul Makmur, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam memanfaatkan akses internet dari BTS mini portabel untuk berjualan online melalui Shopee)
Fitarwati yang menjual pakaian dan peralatan dapur ini mengaku usahanya semakin lancar. Baginya, BTS mini bukan hanya soal internet, tapi soal harapan ekonomi keluarga yang kini semakin terjaga.
"Iya, dulunya memang belum ada itu susah juga lah nyari-nyari sinyal. Tapi sekarang udah alhamdulillah lah semenjak ada itu. Udah tambah lancar gitu, tambah mudah, dan kedepannya semoga BTS bisa permanen lah, selamanya" kata Fitarwati.
Saat ini, BTS mini di Dusun Jehe, Darul Makmur masih berstatus uji coba selama satu tahun. Namun bagi warga, ini merupakan bukti bahwa ketika desa terhubung, ia akan tumbuh. Dan ketika dijaga, maka mimpi tentang pemerataan yang berdaya benar-benar hadir hingga ke polosok desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....