Cerita Buruh Kebun Sawit di Singkil, Menggantungkan Hidup dari Biji Berondolan

  • 22 Jul 2026 23:55 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Aceh Singkil – Aktivitas pemungutan brondolan kelapa sawit masih menjadi mata pencaharian sebagian warga di Kabupaten Aceh Singkil. Meski berat dan penuh risiko, pekerjaan ini ditekuni untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pantauan RRI di salah satu tempat penampungan di wilayah Singkil, seorang buruh tampak sibuk memisahkan brondolan dari tandan buah segar sawit. Tumpukan tandan buah segar menumpuk di sekelilingnya, sementara brondolan yang sudah dipisahkan dimasukkan ke dalam ember dan baskom untuk ditimbang.

Saat diwawancarai RRI, Edi Nasution salah seorang buruh harian lepas di wilayah Kecamatan Singkil Utara menyampaikan sudah bekerja hampir setahun dan menggantungkan hidup dari brondolan.

"Sudah setahun inilah kerja ngetek brondolan. Kalau kerjanya dari pagi sampai sore, lumayan buat nambah-nambah. Kalau lagi banyak buah pulang dari pabrik bisa dapat 4 sampai 5 karung sehari," ujar Edi Nasution kepada RRI, Rabu 22 Juli 2026.

Disamping itu toke penampungan sawit di lokasi tersebut mengatakan dirinya memperkerjakan beberapa BHL untuk membantu memisahkan brondolan dan menimbang hasil panen, dengan adanya keberadaan buruh sangat membantu mempercepat proses sebelum TBS dikirim ke pabrik. Upah yang diberikan dihitung berdasarkan jumlah kilo yang berhasil dipisahkan per hari.

"Alhamdulillah dengan adanya buruh lepas ini pekerjaan di gudang agak lebih ringan mulai dari memisahkan berondolan dari janjangan dan memuat sawit ke truck, untuk gaji mereka kita hitung perkilo dari hasil mereka,"Tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....