Omzet Penjual Jus Buah Subulussalam Meningkat Selama Ramadan

  • 26 Feb 2026 15:32 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam : Geliat ekonomi mikro di Kota Subulussalam mengalami peningkatan signifikan seiring memasuki pekan pertama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Fenomena ini dirasakan langsung oleh para pedagang minuman segar yang menjajakan dagangannya menjelang waktu berbuka puasa. Permintaan masyarakat terhadap minuman berbahan dasar buah segar melonjak tajam dibandingkan dengan hari-hari biasanya, Kamis 26 Februari 2026.

Di Desa Penanggalan, salah seorang penjual jus buah bernama Nasti mengaku kewalahan melayani pembeli yang datang silih berganti. Sejak hari pertama puasa, omzet penjualannya merangkak naik karena minuman dingin menjadi pilihan utama warga untuk membatalkan puasa. Kesegaran buah alami menjadi daya tarik tersendiri di tengah maraknya berbagai jenis minuman instan di pasaran.

Lapak dagangan milik Nasti menawarkan berbagai varian rasa yang cukup lengkap untuk memenuhi selera pelanggan yang beragam. Mulai dari jus jeruk, alpukat, wortel, sirsak, hingga buah nipah yang khas, tersedia di meja jualannya. Selain menyediakan aneka jus, ia juga menjual sop buah dengan potongan buah segar yang menjadi salah satu menu paling diburu pembeli.

Mengenai harga, Nasti mematok tarif yang sangat terjangkau bagi semua lapisan masyarakat, yakni mulai dari Rp5 ribu per gelas. Harga yang ekonomis ini menjadi alasan utama mengapa lapaknya selalu ramai dikunjungi, terutama oleh para pemburu takjil. Meski harga bahan baku buah terkadang fluktuatif, ia tetap mempertahankan harga standar agar pelanggannya tidak beralih ke tempat lain.

Nasti menjelaskan bahwa kenaikan jumlah pembeli sudah terlihat sejak hari-hari awal puasa dan terus konsisten hingga saat ini. "Jualan meningkat selama pekan pertama Ramadan, pelanggan juga beragam bahkan ada yang datang dari desa tetangga," ujar Nasti saat ditemui di sela-sela kesibukannya menyiapkan pesanan pelanggan.

Aktivitas berjualan di lapak ini biasanya dimulai setelah waktu salat Ashar hingga menjelang kumandang azan Magrib. Waktu tersebut merupakan jam sibuk bagi para pedagang kaki lima karena merupakan puncak arus warga yang mencari hidangan berbuka. Kehadiran pembeli dari luar desa menunjukkan bahwa kualitas dan rasa jus buatan Nasti telah dikenal cukup luas di wilayah sekitar.

Keberhasilan para pedagang kecil ini menjadi bukti nyata bahwa momentum Ramadan membawa berkah tersendiri bagi sektor UMKM di Subulussalam. Semangat warga dalam bertani buah dan berdagang minuman diharapkan dapat terus menjaga stabilitas ekonomi desa. Keuntungan yang diraup selama bulan puasa ini menjadi tambahan penghasilan yang sangat berarti bagi keluarga para pelaku usaha.

Rekomendasi Berita