Martabak Mesir di Singkil Kebanjiran Pesanan
- 19 Mar 2025 20:27 WIB
- Aceh Singkil
KBRN SINGKIL : Martabak Mesir diperkenalkan pertama kali di Sumatera Barat, martabak atau mutabbaq dibawah oleh bangsa Arab dan India berkulit hitam yang awalnya dikira bangsa Mesir oleh masyarakat setempat. Kemudian, masyarakat setempat menyukai rasa martabak tersebut dan mencoba untuk membuat sendiri dengan bumbu khas Minang.
Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) martabak mesir di wilayah rimou, kabupaten aceh singkil Aceh bulan ramadan ini kewalahan dalam melayani pelanggan.
Mahyudin Pedagang martabak mesir di wilayah rimou, kecamatan gunung meriah kabupaten Aceh singkil saat dikonfirmasi RRI menyampaikan dalam momentum ramadan ini, ia sangat kewalahan dalam melayani permintaan konsumen yang signifikan.
"Momentum ramadan ini Alhamdulillah lumayan ramai sampai antri enam sampai tujuh orang," ujar Mahyudin kepada RRI Rabu, (19/3/2025).
Lebih lanjut ia juga mengatakan sudah bergelut di dunia bisnis martabak sejak tahun 2021, pada momentum ramadan ini ia mulai berjualan dari pukul 16.00 wib sampai 18.30 wib, dan untuk martabak tersebut berpariasi, untuk martabak mesir ayam dibanderol 25.000 Rp perporsi sedangkan untuk martabak mesir telur hanya dibanderol 15.000 Rp dengan harga yang terjangkau dan aromanya membuat pejalan atau pengguna sepeda motor tergoda sehingga sebelum pukul 18.00 wib dagangan sudah habis terjual.
"Kami mulai berjualan martabak mesir ini sejak tahun 2021 namun kusus ramadan ini kami mulai jualannya pada pukul 16.00 wib sampai 18.30 wib, dan untuk harga martabaknya berpariasi mulai 15.000 Rp perporsi sampai 25.000 Rp per porsinya, dan di ramadan kali ini kami kewalahan Banyak permintaan sehingga pukul 18.00 wib martabak sudah habis terjual," tambahnya.
Ia berharap semoga kedepan usaha martabaknya semakin lancar dan tetap mempertahankan keseimbangan rasa dalam kenikmatan martabak sehingga pelanggan tidak kecewa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....