Omzet Penjualan Ikan Asin di Singkil Menurun Drastis
- 08 Mar 2025 01:26 WIB
- Aceh Singkil
KBRN, Singkil: Penjualan ikan asin di Kabupaten Aceh Singkil mengalami penurunan drastis selama Ramadan. Berkurangnya daya beli masyarakat membuat para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ikan asin di Desa Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, mengeluhkan turunnya omzet.
Saat dikonfirmasi RRI, Mujli Panter, salah satu pelaku UMKM ikan asin, mengungkapkan bahwa biasanya dalam kondisi normal, ikan asin di gudangnya bisa terjual hingga ratusan kilogram per minggu. Namun, di bulan Ramadan ini, jumlah penjualan turun hingga 50 persen.
“Bulan puasa ini omzet menurun. Kalau hari biasa, kami bisa menjual hingga ratusan kilogram ke agen di pasar. Tapi saat Ramadan, penjualannya hanya mencapai 50 persen dari biasanya,” ujar Mujli Panter kepada RRI, Jumat (7/3/2025).
Lebih lanjut, Mujli menjelaskan bahwa harga ikan asin tidak mengalami kenaikan selama Ramadan. Harga ikan asin maco tetap di angka Rp15.000 per kilogram, ikan asin kepala batu Rp20.000 per kilogram, dan ikan asin palu-palu Rp30.000 per kilogram.
“Harga ikan asin tetap stabil, tidak mengalami kenaikan,” tambahnya.
Ia juga memprediksi bahwa permintaan ikan asin akan meningkat kembali menjelang mudik Lebaran. Pasalnya, ikan asin sering dijadikan oleh-oleh oleh para pemudik yang pulang ke kampung halaman.
“Kemungkinan saat mudik Lebaran nanti, permintaan pasar kembali meningkat karena banyak pemudik yang membeli ikan asin sebagai oleh-oleh,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....