Mengintip Proses Pembuatan Ikan Asin di Singkil
- 07 Mar 2025 21:57 WIB
- Aceh Singkil
KBRN, Singkil: Ikan asin merupakan bahan makanan yang diawetkan dengan garam, sehingga dapat bertahan dalam waktu lama meskipun disimpan pada suhu kamar. Metode pengawetan ini memungkinkan ikan yang mudah membusuk tetap dapat dikonsumsi dalam jangka waktu berbulan-bulan, asalkan disimpan dengan rapat.
Mujli Panter, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ikan asin di Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, membagikan langkah-langkah dalam proses pembuatan ikan asin agar berkualitas dan tahan lama. Ia menekankan pentingnya kebersihan dalam pengolahan ikan sebelum diawetkan dengan garam.
"Untuk menghasilkan ikan asin yang enak dan tahan lama, langkah pertama adalah membersihkan sisik dan mencuci ikan hingga bersih. Setelah itu, ikan ditaburi garam dan didiamkan semalaman. Keesokan harinya, ikan dicuci kembali lalu dijemur di bawah terik matahari," ujar Mujli kepada RRI, Jumat (7/3/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penjemuran merupakan tahap krusial dalam pembuatan ikan asin secara tradisional. Sinar matahari diperlukan untuk mempercepat proses pengeringan dan mencegah ikan membusuk. Namun, kendala terbesar dalam pengolahan ikan asin adalah kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama di musim hujan.
"Penjemuran menjadi tantangan utama karena cuaca sulit diprediksi. Jika mendung atau hujan, ikan tidak kering sempurna dan berisiko membusuk. Ini sering menyebabkan kegagalan dalam pengolahan," tambahnya.
Kendati demikian, Mujli dan pelaku UMKM lainnya terus berupaya mencari solusi agar produksi ikan asin tetap berjalan, termasuk mencari alternatif pengeringan di luar metode tradisional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....