Perencanaan Anggaran Makan Minum Bappeda Singkil Disorot

  • 20 Sep 2026 20:39 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Singkil - Ketua Aliansi Muda Penggerak Aceh Singkil (AMPAS), Syahrul Manik, menyoroti 24 paket belanja makanan dan minuman rapat di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Singkil.

Menurut Syahrul, pola pemecahan paket belanja Bappeda Aceh Singkil tersebut bukan kesalahan administrasi. Akan tetapi, diduga melainkan akal-akalan untuk menghindari pengawasan.

Untuk itu Syahrul meminta Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, agar memanggil dan mengevaluasi Kepala Bappeda Aceh Singkil.

"Jika terbukti melanggar Peraturan tentang Pengadaan, kami harapkan Bupati dapat memberikan teguran dan bila perlu harus dicopot,"sebut Syahrul Manik, Sabtu, 19 September 2026.

Kemudian menyikapi anggaran Makan dan Minum yang dinilai sangat fantastis tersebut, namun mereka menilai di dalam penempatan anggaran menimbulkan sejumlah pertanyaan atau dugaan adanya akal-akalan untuk menghindari pengawasan.

Syahrul juga berharap, Inspektorat selalu Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) agar melakukan audit investigatif terhadap 24 paket tersebut, dan membuka siapa penyedia yang menerima penunjukan langsung dari kegiatan tersebut.

"Sebab kami melirik dalam penempatan anggaran ini adanya dugaan pelanggaran Pasal 20 Perpres 16 Tahun 2018 tentang Pemaketan Pengadaan Barang/Jasa dalam pengadaan pemerintah,"tegas Syahrul.

Syahrul Manik membeberkan, berdasarkan data SIRUP LKPP Aceh Singkil, dari total anggaran sekitar Rp100 juta lebih anggaran Makan dan minum pada instansi Bappeda tersebut dipecah menjadi paket-paket recehan. Mulai dari senilai Rp444 ribu hingga Rp9,4 juta.

" Semua anggaran ini terlihat peruntukanya untuk snack, kue, nasi kotak dan nasi bungkus dengan metode Pengadaan langsung,"bener Syahrul.

Menurut Syahrul, jika perencanaan pembangunan seperti ini justru memberi contoh terburuk. Sebab Bappeda selaku lembaga yang menyusun perencanaan miliaran rupiah, malah tidak mampu menyusun RUP makan minum rapat yang efisien dan transparan.

"Ini memalukan, Bappeda itu dapurnya APBD. Kalau di dapur saja sudah main pecah-pecah paket untuk nasi kotak, bagaimana kita bisa percaya perencanaan pembangunan lainnya baik dan bersih," tutup Syahrul.

Ditempat terpisah, Reporter RRI terus mencari pembanding jawaban atas sorotan yang disampaikan Aliansi Muda Penggerak Aceh Singkil (AMPAS) terhadap anggaran Makan dan Minum instansi Pemerintah tersebut.

Akan tetapi, hingga berita ini diturunkan belum ada informasi yang diperoleh. Terutama dari Dinas atau instansi yang dimaksud.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....