Pemko Subulussalam Stabilkan Keuangan Daerah dengan Efektif
- 27 Sep 2025 16:01 WIB
- Aceh Singkil
KBRN, Subulussalam : Kondisi keuangan Pemerintah Kota Subulussalam yang sempat dilanda defisit besar selama beberapa tahun terakhir, kini mulai menunjukkan perbaikan signifikan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rasyid Bancin dan Wakil Wali Kota Nasir. Dalam tujuh bulan pertama masa jabatan mereka, defisit APBK berhasil ditekan drastis.
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Subulussalam, Mhd Ali Tumangger, mengungkapkan hal ini kepada wartawan pada Sabtu (27/9/2025). Menurutnya, upaya efisiensi yang dilakukan pemerintah daerah mulai membuahkan hasil, meski program-program vital tetap harus berjalan.
Ali Tumangger merincikan, nilai defisit yang terjadi dalam tiga tahun terakhir tergolong sangat besar. Angka defisit pada tahun 2022 mencapai sekitar Rp205 miliar, disusul tahun 2023 senilai Rp156 miliar, dan tahun 2024 sebesar Rp110 miliar.
Angka-angka ini berbanding terbalik dengan defisit yang tercatat pada tujuh bulan pertama kepemimpinan Rasyid Bancin-Nasir (Rabbani) yang hanya senilai Rp54 miliar. Penekanan defisit ini dinilai sebagai prestasi fiskal yang patut dipertimbangkan.
"Dilihat dari gambaran di atas tahun pertama kepemimpinan Rabbani dapat menekan defisit, masih kecil bila dibandingkan angka defisit dalam tiga tahun terakhir," pungkas Ali Tumangger.
Ia menambahkan, meski terjadi efisiensi, kewajiban-kewajiban utama pemerintah, seperti pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), tetap dibayarkan tepat waktu tanpa kendala.
Selain itu, honorarium untuk aparatur kampung dan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam juga berjalan dengan baik dan tidak tersendat. Ini menunjukkan manajemen keuangan yang lebih disiplin dan terstruktur.
Ali Tumangger mempertegas bahwa defisit yang terjadi di Qanun APBK 2025 ini justru salah satunya dialokasikan untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban utang pada tahun-tahun sebelumnya yang belum terselesaikan.