Kelangkaan BBM Solar, Ancam Picu Kenaikan Tarif Jasa Angkutan Lintas di Singkil

  • 31 Jul 2026 19:15 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Singkil - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Aceh, dinilai tidak menyebabkan antrian panjang pada sejumlah SPBU. Akan tetapi, kondisi tersebut dapat menghambat aktivitas warga dan memicu kenaikan tarif atau jasa angkutan umum.Terutama pada lintasan antar Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh.

Salah seorang mandor angkutan umum PT. Manggala Perkasa Utama wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Nizam mengatakan meski sejauh ini pihaknya belum ada menaikan tarif atau ongkos jasa angkutan lintas Singkil - Banda Aceh dan sebaliknya, walaupun terkadang diakui sejumlah supir sulit mendapatkan BBM jenis solar dan bahkan terkadang secara terpaksa harus membuat mereka menggantikan BBM jenis solar dengan Dexlite.

Akan tetapi jika sulitnya mendapatkan BBM jenis solar ini terjadi berlarut - larut, tidak tertutup kemungkinan kondisi dapat mempengaruhi tarif jasa angkutan karena harus menambah biaya operasional.

" Untuk ongkos saat ini memang belum ada arahan kanaikan dari Organda, namun kami sudah usul menyikapi sulitnya mendapatkan BBM Solar yang terkadang harus mengeluarkan biaya tambahan karena terpaksa menggunakan Dexlite,"sebut Nizam, Jum'at, 31 Juli 2026.

Kondisi antrian panjang di SPBU Lipat Kajang Atas, Simpang Kanan, mengakibatkannya jalan lintas terpaksa diterapkan sistem buka tutup, foto : RRI/Shalihin Barus

Kemudian Nizam menambahkan selain dampak sulitnya mendapatkan solar pada sejumlah SPBU karena harus mengikuti antrian panjang, biaya untuk perawatan armada (mobil) seperti oli, kemudian sparepart kendaraan (ban, rem dll). Juga menjadi persoalan serius dalam penetapan tarif jasa angkutan.

Selanjutnya ketika disinggung soal tarif atau ongkos angkutan Singkil - Banda Aceh dan sebaliknya untuk saat ini, Nizam mengakui pihaknya Rp300 ribu jenis mobil Hiace.

Disamping itu Harapan mewakili para supir menyikapi kelangkaan BBM Solar di sejumlah SPBU, Nizam juga mengharapkan angkutan - angkutan diprioritaskan karena membawa para penumpang.

"Kita berharap khusus mobil penumpang diberikan jalur khusus tanpa antrian panjang karna membawa penumpang," tambahnya.

Serta mewakili awak Supir, Nizam juga meminta dan berharap kepada pengurus Organda baik Provinsi maupun Kabupaten agar dapat mengkikaji tentang kenaikan tarif tersebut. Sehingga, kedepan tarif atau ongkos jasa pengangkutan tersebut tidak ada terjadi kenaikan secara sepihak.

Hasil amatan, khusus pada sejumlah SPBU yang ada di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh. Akibat sulitnya mendapatkan BBM jenis Solar, sejumlah antrian panjang kendaraan sudah terjadi hampir di rasakan satu bulan terakhir.

Seperti di SPBU Rimo, Gunung Meriah, dan SPBU Lipata Kajang Atas, Simpang Kanan, Aceh Singkil, Aceh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....