Mengintip Potensi Budidaya Puyuh milik Bumdes di Subulussalam
- 26 Jun 2026 18:11 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam - Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mukti Makmur yang terletak di Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, terus berupaya menjaga konsistensi produksi telur puyuh di tengah berbagai tantangan operasional. Usaha berbasis pemberdayaan masyarakat ini kini menjadi salah satu pemasok andalan bagi kebutuhan protein warga.
Ketua Pengelola Unit Usaha Telur Puyuh Bumdes Mukti Makmur, Yogi, mengungkapkan bahwa unit usaha ini telah berjalan secara konsisten sejak tahun 2025 lalu. Dalam kurun waktu setahun terakhir, operasional peternakan mulai menunjukkan pola produksi meski dinamika pasar kerap berubah.
Menurut Yogi, siklus panen telur puyuh di fasilitas milik desa tersebut dilakukan setiap empat hari sekali. Pola waktu ini dinilai paling optimal untuk menjaga kualitas ketahanan telur sebelum didistribusikan kepada para pelanggan tetap.
"Setiap kali panen, kami mampu menghasilkan sekitar 40 papan telur puyuh siap jual," ujar Yogi saat memberikan keterangan di lokasi budidaya, Jumat 26 Juni 2026.
Terkait nilai ekonomisnya, Yogi menjelaskan bahwa setiap papan telur puyuh tersebut dipatok dengan harga jual Rp35 ribu dengan volume produksi yang ada, unit usaha ini juga mampu mengamankan perputaran modal yang cukup menjanjikan untuk kas desa dalam setiap siklusnya.

Yogi menambahkan kendala besar yang membayangi keberlanjutan usaha tersebut. Faktor utama yang menjadi keluhan mendasar adalah lonjakan harga pakan ternak di pasaran yang kian hari kian melambung tinggi.
"Keluhan terbesar kami saat ini ada pada harga pakan yang semakin hari semakin mahal. Selain itu, faktor cuaca yang tidak menentu juga sangat memengaruhi produktivitas serta kesehatan burung puyuh," tambah Yogi.
Untuk urusan pemasaran, pihak pengelola memilih jalur distribusi langsung guna memotong rantai tengkulak. Seluruh hasil panen telur puyuh dari Bumdes Mukti Makmur ini langsung dibawa dan dipasarkan kepada para pelanggan di pasar tradisional Kota Subulussalam.
Menanggapi dinamika usaha tersebut, Kepala Desa Mukti Makmur, Sudibyo, menyatakan komitmen pemerintah desa untuk terus mengawal keberlangsungan unit usaha strategis ini. Pihaknya berencana mengkaji skema subsidi atau inovasi pakan alternatif guna menyiasati tingginya biaya produksi.
"Kami menyadari kendala pakan ini bisa menggerus keuntungan Bumdes. Oleh karena itu, pemerintah desa bersama pengurus akan mencari solusi taktis agar usaha ini tetap memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat desa," kata Sudibyo.
Sementara itu, Camat Simpang Kiri, Ramadhan, memberikan apresiasi sekaligus catatan penting saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi peternakan puyuh Bumdes tersebut. Ia menekankan pentingnya efisiensi manajemen dan diversifikasi usaha agar Bumdes tidak mudah goyah oleh faktor eksternal.
"Bumdes ini adalah motor pemberdayaan ekonomi warga. Kami dari pihak kecamatan mendorong pengelola untuk tidak hanya fokus pada penjualan telur mentah, tetapi juga mulai melirik pengolahan pascapanen demi menyiasati mahalnya biaya pakan dan tantangan cuaca," pungkas Ramadhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....