Berkah Pascabanjir, Warga Darul Makmur Subulussalam Melek Digital Berkat BTS Mini
- 05 Okt 2026 15:18 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam - Peristiwa banjir yang melanda kawasan Kota Subulussalam pada akhir tahun 2025 lalu rupanya menyisakan cerita tersendiri bagi warga Kampong Darul Makmur, Kecamatan Sultan Daulat. Di balik bencana, desa terpencil ini justru mendapatkan berkah penanganan pascabencana berupa fasilitas komunikasi yang telah lama dinantikan.
Berjarak sekitar 35 kilometer dari pusat Kota Subulussalam, Kampong Darul Makmur selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan akses digital. Setiap kali musibah banjir datang meluap, wilayah seperti Dusun Jehe bahkan terendam hingga sepinggang orang dewasa dan memutus hubungan warga dengan dunia luar.
Kondisi tersebut kini mulai berbalik setelah pemerintah membangun sarana Base Transceiver Station (BTS) mini portabel di Dusun Jehe sejak 18 Januari lalu. Kehadiran pemancar sinyal ini menjadi titik balik bagi ratusan jiwa yang selama ini terisolasi dari jaringan telekomunikasi.
Kepala Kampong Darul Makmur, Raja Mula Sambo, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat menyaksikan menara sinyal tersebut berdiri di desanya. Ia menilai kehadiran BTS mini ini menjadi pelipur lara di tengah duka musibah banjir yang sempat menimpa pemukiman warga.
"Bagi kami di Darul Makmur ini sangat terharu dan merasa senang dengan datangnya salah satu jaringan komunikasi untuk desa kami, yang selama ini sangat kami harapkan," kata Raja Mula Sambo kepada RRI, Senin 5 Oktober 2026.
Raja Mula membeberkan, sebelum pemancar sinyal tersebut beroperasi, warga desa harus menempuh jarak yang cukup jauh hanya untuk sekadar mengirim pesan atau menelepon. Jalur komunikasi yang sangat terbatas kerap kali menyulitkan aktivitas harian masyarakat.

(Peninjauan BTS Mini Portable bersama Kepala Kampong Darul Makmur, Raja Mula Sambo)
Untuk mendapatkan satu garis sinyal telepon, warga dari kawasan pertengahan kampung harus berjalan kaki atau berkendara keluar wilayah. Jarak yang ditempuh tidak main-main, mulai dari ratusan meter hingga menembus perkebunan.
"Kalau untuk mengakses sinyal sebelum adanya BTS ini, ada titik-titik tertentu. Dari pertengahan kampung untuk menuju jaringan itu ada berkisar 800 meter, bahkan ada mencapai 1,5 kilometer," ungkapnya.
Sulitnya jaringan internet di masa lalu juga berdampak langsung pada urusan mendesak, termasuk sektor pendidikan anak-anak sekolah dan urusan administrasi warga. Segala macam keperluan harus diselesaikan dengan mendatangi lokasi tujuan secara tatap muka.
"Sebelum adanya BTS Telkom ini, kami sangat kewalahan berkomunikasi. Artinya antara tetangga ke tetangga, baik ke guru untuk pendidikan, kami harus langsung menuju ke lokasi. Dengan adanya jaringan ini sekarang sangat besar manfaat bagi kami," tambah Raja Mula.
Meski demikian, status operasional BTS mini portabel di Kampong Darul Makmur saat ini masih dalam tahap uji coba selama kurun waktu satu tahun. Menara pemancar tersebut dipasang untuk mengukur stabilitas jaringan serta tingkat kebutuhan masyarakat pemukiman yang mendiami 110 kepala keluarga (KK) tersebut.
Kepala Desa berharap jaringan telekomunikasi di kampungnya tidak berhenti pada masa uji coba semata. Pihaknya mendesak pemerintah agar meningkatkan status menara pemancar portabel tersebut menjadi instalasi permanen di masa mendatang.
"Harapannya untuk pemerintah, semoga kiranya BTS ini bisa menjadi permanen bagi desa kami. Karena kebutuhan untuk masyarakat sangat banyak sekali, terutama bagi pengusaha-pengusaha kecil dan petani sawit saat memanen hasil perkebunan," tuturnya.
Dampak positif dari hadirnya sinyal internet ini dirasakan langsung oleh warga setempat, salah satunya Abdullah Barat yang merupakan pedagang pakaian mengaku aktivitas ekonomi warga kini jauh lebih hidup berkat kemudahan bertransaksi dan mencari informasi harga komoditas secara daring.
"Kami sebagai masyarakat Desa Darul Makmur sungguh terbantu dengan adanya BTS mini ini. Akses internet sekarang lancar, jadi kami sekarang jualan lewat media online sudah lancar, pokoknya membantu masyarakat," kata Abdullah.
Abdullah menceritakan masa-masa sulit ketika desanya sama sekali belum terjangkau sinyal. Kala itu, sekadar memberi kabar kepada sanak saudara yang tinggal di luar daerah menjadi hal yang sangat mewah dan menyita waktu.
"Sewaktu dulu di desa kami untuk urusan komunikasi ke luar itu sangat susah dan sangat jauh. Bahkan untuk menghubungi sanak saudara di luar sana sangat susah. Makanya hadirnya BTS ini sangat membantu," lanjutnya.
Mewakili suara warga di desanya, Abdullah menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah memberi perhatian pada wilayah pemukiman mereka. Ia berharap pemerintah menindaklanjuti aspirasi warga dengan memperkuat kapasitas jaringan di sana.
"Kami berterima kasih kepada Pemerintah yang telah membangun tower mini di desa kami. Kalau bisa kami minta kepada pemerintah agar menara ini dibuat permanen untuk masyarakat," pungkas Abdullah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....