Dishub Kaji Kelayakan Pembangunan Pelabuhan dan Dermaga di Kepulauan Banyak

  • 31 Agt 2026 13:58 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Singkil - Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui Dinas Perhubungan merencanakan membangun Pelabuhan kapal dan Dermaga tambat di Kepulauan Banyak. Pembangunan ini untuk mendukung dan memperkuat konektivitas transportasi antar Pulau demi mendorong pemajuan sektor kepariwisataan di wilayah Kepulauan,

Perencanaan pembangunan pembangunan Pelabuhan kapal ferry tersebut, dipusatkan di Desa Haloban Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil. Pembangunan dermaga dermaga tambat perahu/kapal wisata akan dilaksanakan di lokasi Pulau Panjang, yang merupakan satu destinasi wisata unggulan di Kepulauan Banyak, Aceh Singkil.

‎‎Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Singkil, Syam'un Nasution membenarkan bahwa pihaknya baru saja merampungkan peninjauan lokasi serta menentukan titik koordinasi teknis fokus Dinas Perhubungan untuk membangun pelabuhan kapal dan Dermaga tambah perahu di Kecamatan Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil bersama tim ahli dari Provinsi Aceh.

"‎Ada dua agenda utama yang menjadi fokus Dinas Perhubungan dalam kunjungan kerja kami, pertama Kajian Kelayakan Pelabuhan Feri di Haloban, kemudian Pembangunan Dermaga Tambat Wisata di Pulau Panjang," sebut Syam'un Nasution, Senin, 31 Agustus 2026.

Menurut Syam'un, ‎Dinas Perhubungan memboyong tim ahli dari Banda Aceh untuk melaksanakan Studi Kelayakan (Feasibility Study) untuk mengkaji pembangunan Pelabuhan sandar atau singgah Feri Saul Sepok yang berlokasi di Desa Haloban, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil.

Kemudian selain Pelabuhan Ferry di Haloban, juga dalam kajian ini Dishub Aceh Singkil bersama tim meninju dan menetapkan penentuan titik lokasi pembangunan dermaga tambat perahu atau kapal wisata di Pulau Panjang, Pulau Banyak, Aceh Singkil.

"Hasil kajian kelayakan nantinya akan disinergikan dengan penyusunan dokumen Detail Engineering Design (DED), kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta pengurusan sertifikasi lahan," tambah Syam'un.

‎Sebab tambah Syam'un 4 dokumen tersebut, mulai dari studi kelayakan, DED, AMDAL, hingga sertifikat tanah merupakan syarat mutlak dari Kementerian Perhubungan agar penganggaran fisik pelabuhan dapat dialokasikan melalui APBN/dana Kementerian dapat dikucurkan.

Syam'un menegaskan sebagai langkah awal untuk mendukung rencana kegiatan pembahasan pelabuhan dan Dermaga kapal ini, sebelumnya Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Perhubungan telah menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Sekretaris Camat (Sekcam), Kemukiman, hingga Kepala Desa (Geuchik) setempat untuk memetakan lokasi secara akurat. Serta sekaligus menggalang dukungan penuh dari masyarakat setempat.

Syam'un bersama pihak Kecamatan dan Kepala Desa menyiapkan seluruh dokumen pendukung administrasi pembangunan pelabuhan dan Dermaga tersebut, (Foto :Dishub/Dok untuk RRI)

⁠⁠⁠⁠⁠⁠

‎"Kita ‎menargetkan seluruh dokumen kelayakan selesai tepat waktu, sehingga usulan konstruksi fisik Pelabuhan Feri Haloban dapat diajukan secara menyeluruh ke Kementerian Perhubungan pada tahun 2027," tegas Syam'un.

‎Disamping itu selain ‎wacaan pembangunan Pelabuhan kapal Ferrily, di Haloban, juga pembangunan dermaga tambat perahu atau kapal di wilayah destinasi wisata unggulan di Kepulauan Banyak juga sangat penting.

Ia menilai, infrastruktur sandar kapal bagi wisatawan di Pulau Panjang masih sangat terbatas dan belum memadai dari segi kenyamanan maupun keselamatan.

‎"Melalui kebijakan pimpinan Dinas Perhubungan mengalokasikan pembangunan dermaga tambat di Pulau Panjang, dan Tim teknis sudah turun langsung ke lokasi, serta kita targetkan pembangunan fisiknya dapat segera direalisasikan tahun ini," beber Syam'un.

Syam'un bersama tim optimis keberadaan pembangunan pelabuhan dan Dermaga dapat mendukung pariwisata Kepulauan banyak dan PAD Aceh Singkil, (Foto : Dishub/Dok untuk RRI)

Terang Syam'un, melalui pembangunan dermaga tambat di Pulau Panjang serta rencana pembangunan Pelabuhan Ferry di Haloban tersebut, ia optimis mobilitas warga dan mobilitas wisatawan antar pulau akan semakin aman, nyaman, serta mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Kepulauan secara signifikan dan menambahkan pendapat asli daerah (PAD) dari sektor wisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....