Mahasiswa Sorot Lambanya Pencairan Jadup Tahap II Bagi Korban Terdampak Banjir
- 07 Jun 2026 06:32 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Singkil - Mahasiswa soroti lambannya penanganan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Singkil terhadap penyelesaian penyaluran Dana Jaminan Hidup (Jadup) dan bantuan kerusakan perabotan rumah bagi masyarakat yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Singkil.
Kritikan tersebut langsung di sampaikan Presiden Mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Alfa Salam, kepada wartawan, Rabu, 3 Juni 2026.
"Hingga saat ini warga terdampak banjir di sejumlah Desa di Aceh Singkil masih menunggu kejelasan terkait realisasi bantuan yang dijanjikan Pemerintah, terutama bantuan Jadup tahap,"kata Alfa Salam.
Alfa Salam menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil melalui Dinas Sosial dan BPBD, gagal membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Sebab tegasnya hingga hari ini tidak ada penjelasan yang benar-benar mampu menjawab keresahan warga, dan masyarakat terus dimintain menunggu tanpa diberikan kepastian kapan bantuan tersebut akan direalisasikan.
Kemudiam Alfa Salam juga menegaskan bahwa bantuan yang dinantikan masyarakat bukanlah bantuan dalam jumlah kecil, dimana bantuan Jadup ini diperkirakan mencapai sekitar Rp1,3 juta per orang.
Lain lagi bantuan tambahan seperti kerusakan perabotan rumah, yang rusak akibat dampak banjir berkisar antara Rp8 juta hingga Rp18 juta per kepala keluarga.
Di balik angka-angka tersebut, ada masyarakat yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup dan memperbaiki kondisi rumah mereka pascabencana.
"Sehingga sangat tidak masuk akal jika hingga sekarang ini masyarakat masih belum mendapatkan kepastian, padahal bantuan tersebut sangat diharapkan,"tambahnya.
Disamping itu, Alfa menilai keterlambatan realisasi bantuan Jadup yang terjadi ini mencerminkan lemahnya kinerja instansi terkait dalam menjalankan pelayanan publik. Sebab, alasan administratif tidak bisa terus dijadikan dalih sementara masyarakat terus menanggung dampak bencana.
"Jika memang ada kendala, sampaikan secara terbuka kepada masyarakat, dan jika data bermasalah, jelaskan,"tegasnya.
Saat ini bahkan terkesan seakan - akan memilih untuk diam, sementara masyarakat terus menunggu hak mereka.
Selanjutnya, ia juga mendesak agar seluruh dana Jadup dan bantuan stimulan yang menjadi hak masyarakat segera disalurkan tanpa penundaan lebih lanjut.
Ditempat terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Aceh Singkil. Ali Hasmi Pohan menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan proses penyelesaian administrasi berupa penyusunan data terdampak banjir yang akan di tuangkan ke dalam Surat Keputusan (SK) Bupati dan lampiran pendukung sebelum usulan diajukan lebih lanjut.
"Data warga yang terdampak banjir dalam penerima bantuan jadup sudah seluruhnya kita masukkan dalam usulan tahap dua, dan saat ini kami sedang memproses SK Bupati dan penandatanganan oleh Forkopimda Aceh Singkil,” ujarnya.
Kemudian Ali Hasmi menjelaskan, seluruh data warga terdampak banjir yang telah dimasukkan dalam usulan bantuan tahap kedua ke pemerintah pusat tersebut mencapai 8.071 kepala keluarga (KK) atau sekitar 33.129 jiwa.
Sementara untuk proses pencairan bantuan, Ali Hasmi belum dapat memastikan kapan bantuan tersebut disalurkan karena masih ada proses verifikasi dan persetujuan masih berlangsung di tingkat pemerintah pusat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....