Redam Konflik Sawit, Pemko Subulussalam Turun Tangan Mediasi Warga dan PT Bensuli

  • 07 Jun 2026 06:32 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Operasional Pabrik Pengolahan Berondolan Kelapa Sawit PT Bensuli Salam Makmur (BSM) di Kampong Cepu, Kecamatan Penanggalan, lumpuh total sejak dua pekan terakhir. Penghentian aktivitas ini dipicu oleh konflik berkepanjangan antara manajemen perusahaan dan belasan warga setempat, Sabtu 6 Juni

Dampak dari ketegangan tersebut, manajemen terpaksa menutup sementara seluruh aktivitas pengolahan sejak 23 Mei lalu. Hingga akhir pekan ini, belum ada tanda-tanda pabrik akan kembali beroperasi normal akibat penolakan warga sekitar.

Kondisi ini menyebabkan pasokan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil milik perusahaan mengendap di dalam tangki penyimpanan. Warga bersikeras memblokade jalur darat milik desa dan melarang pengangkutan komoditas tersebut sebelum tuntutan mereka dipenuhi.

Melihat situasi yang kian menyudutkan roda ekonomi lokal, tim dari Pemerintah Kota Subulussalam akhirnya turun langsung ke lokasi pabrik. Tim yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Jhoni Arizal, berupaya memediasi kedua belah pihak agar ditemukan solusi jangka pendek.

Dalam dialog yang berjalan alot tersebut, perwakilan pemerintah meminta kelonggaran dari warga agar mengizinkan truk pengangkut CPO melintas. Langkah ini dinilai krusial agar perusahaan mendapatkan pemasukan yang nantinya digunakan untuk membiayai tuntutan warga.

Warga yang berada di kawasan ring satu areal pabrik menyepakati usulan tersebut dengan syarat yang ketat. Mereka menuntut adanya jaminan tertulis dari perwakilan pemerintah yang hadir di lokasi sebelum roda truk pengangkut mulai bergerak.

Merespons permintaan tersebut, tim pemerintah daerah akhirnya sepakat memosisikan diri sebagai penjamin formal. Kesepakatan ini diambil demi mencairkan kebuntuan logistik yang telah tertahan selama berminggu-minggu di area sengketa.

“Sembari menunggu pertemuan antara Walikota Subulussalam dengan pihak CEO PT Bensuli Salam Makmur untuk merealisasikan tuntutan warga. Dalam hal ini, kami sebagai penjaminnya,” ujar Jhoni Arizal di hadapan warga yang berkumpul di lokasi pabrik.

Pemerintah juga mengingatkan pihak manajemen agar tidak mengabaikan komitmen yang telah dijembatani ini. Langkah tegas akan diambil jika perusahaan terbukti mengulur waktu penyelesaian hak-hak warga yang terdampak langsung.

“Kami menegaskan kepada pihak PT Bensuli Salam Makmur agar tidak bermain-main dengan tuntutan warga ini,” kata Jhoni Arizal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....