Antisipasi Balap Liar dan Anak Punk, Satpol PP Subulussalam Sisir Lokasi Rawan

  • 31 Mei 2026 08:48 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam – Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Wilayatul Hisbah (WH), dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kota Subulussalam menggelar patroli persuasif dan tindakan preventif non yustisia pada Sabtu 30 Mei 2026 malam. Langkah ini diambil sebagai upaya rutin untuk mengantisipasi berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketentraman dan ketertiban umum di wilayah setempat.

Petugas menyasar sejumlah titik krusial yang diduga kuat sering menjadi lokasi pelanggaran Qanun Kota Subulussalam Nomor 7 Tahun 2015 tentang Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat. Operasi yang dimulai pukul 21.33 WIB tersebut bergerak dari Lapangan Sada Kata dan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Subulussalam, kawasan yang selama ini kerap dilaporkan warga sering dijadikan arena balapan liar.

Saat tiba di Lapangan Sada Kata, tim gabungan langsung mendapati puluhan remaja yang tengah berkumpul bersama sepeda motor mereka. Mengedepankan pendekatan humanis, petugas tidak langsung membubarkan paksa, melainkan memberikan pencerahan, edukasi, serta sosialisasi aturan daerah kepada para remaja yang berdalih hanya sekadar nongkrong di lokasi tersebut.

Penyisiran kemudian dilanjutkan ke beberapa titik strategis lainnya, meliputi Taman Kehati, Kompleks Masjid Agung, Terminal Terpadu, hingga memasuki sejumlah lokasi di wilayah Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Langkah preventif ini dilakukan guna memastikan kondisi lingkungan tetap kondusif hingga menjelang dini hari.

Ketika melintasi kawasan dekat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kasman Lizar di Kecamatan Penanggalan, petugas menemukan sekelompok anak punk dengan atribut khas mereka. Di lokasi ini, tim kembali melakukan pendekatan persuasif untuk memberikan pemahaman mengenai qanun dan norma sosial yang berlaku di Bumi Syekh Hamzah Fansuri tersebut.

Kepada petugas, kelompok anak punk tersebut mengaku hanya singgah sementara di Kota Subulussalam karena kendaraan roda dua yang mereka tumpangi mengalami kerusakan. Mereka berencana segera meninggalkan lokasi dan melanjutkan perjalanan menuju Kota Banda Aceh pada keesokan harinya setelah perbaikan kendaraan selesai.

Kepala Satpol PP dan WH Kota Subulussalam, Abdul Malik, menegaskan bahwa patroli ini murni sebagai tindakan pencegahan demi kenyamanan masyarakat dan bukan bentuk penghakiman. "Kami mengutamakan pendekatan yang humanis dan edukatif agar pesan tersampaikan dengan baik. Kami ingin memastikan seluruh elemen masyarakat, termasuk pendatang, menghormati aturan qanun yang berlaku di daerah ini guna menjaga ketertiban bersama," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....