Jamin Keamanan Hewan Kurban, Distanbunkan Subulussalam Siagakan Posko Pengaduan
- 18 Mei 2026 19:44 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam - Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan (Distanbunkan) Kota Subulussalam memperketat pengawasan lalu lintas ternak menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Selain memantau populasi lokal, otoritas terkait menegaskan bakal melakukan pemeriksaan kesehatan secara ketat terhadap setiap hewan kurban yang dipasok dari luar daerah sebelum diizinkan beredar di pasar, Senin 18 Mei 2026.
Langkah preventif ini diambil sebagai komitmen pemerintah untuk melindungi konsumen dan peternak lokal dari risiko penyebaran penyakit menular. Petugas di pos perbatasan dan titik penjualan akan memeriksa kelengkapan dokumen serta kondisi fisik hewan guna memastikan tidak ada ternak sakit yang masuk ke wilayah Subulussalam.
Sementara itu, untuk populasi lokal, tim teknis bidang peternakan sejauh ini telah mendata dan memantau rutin ratusan ekor ternak. Ratusan hewan kurban tersebut tersebar di 82 desa dan dipastikan dalam kondisi sehat serta layak konsumsi berdasarkan hasil pemantauan klinis berkala di lapangan.
Fokus pengawasan di tingkat peternak meliputi pengecekan fisik menyeluruh pada sapi, kerbau, kambing, hingga domba. Petugas memastikan semua hewan yang akan diperjualbelikan memenuhi syarat syariat Islam, seperti sudah cukup umur, sehat secara organ, dan tidak mengalami cacat fisik.
Meskipun sebaran populasi ternak berada hingga ke wilayah pedalaman seperti Kecamatan Rundeng dan Sultan Daulat, tim medis hewan tetap menyisir lokasi tersebut. Pengawasan menyeluruh ini dinilai krusial karena status kesehatan hewan akan menentukan kualitas daging kurban yang nantinya dibagikan kepada masyarakat.
“Kami menjamin bahwa hewan di Subulussalam menjelang hari raya Idul Adha 1447 Hijriah dipastikan aman dan sehat melalui pengawasan tim di lapangan secara berkala,” ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanbunkan Kota Subulussalam, Agussalim.
Agussalim menambahkan, hingga pertengahan Mei ini, pihaknya belum menemukan adanya laporan kasus penyakit menonjol pada populasi ternak yang ada. Kendati demikian, ia telah menginstruksikan para petugas lapangan untuk terus mendampingi peternak guna menjaga kebersihan kandang dan mengontrol pola pakan menjelang hari pemotongan.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tetap teliti saat membeli hewan kurban dengan memperhatikan indikator fisik seperti kejernihan mata, kebersihan hidung, dan kelincahan gerak hewan. Jika warga menemukan indikasi klinis yang mencurigakan, mereka diminta segera melapor ke posko kesehatan hewan terdekat demi penanganan cepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....