Festival Mungkahk Ke-2: Upaya Subulussalam Jaga Eksistensi Permainan Rakyat

  • 03 Mei 2026 13:42 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Warisan budaya lokal masyarakat Kota Subulussalam kembali digelorakan melalui perhelatan Festival Mungkahk season dua yang resmi dibuka pada Minggu, 3 Mei 2026. Tradisi menangkap ikan dengan tangan kosong ini menjadi daya tarik utama bagi ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan di Kolam Joka Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri.

Kegiatan yang sarat akan nilai sejarah ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam, Nasrul Padang. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga eksistensi permainan rakyat ini agar tidak tergerus oleh zaman dan tetap dikenal oleh generasi muda sebagai identitas daerah.

Nasrul mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan festival ini karena dinilai sebagai langkah konkret dalam merawat kebiasaan masyarakat terdahulu. Ia berharap semangat sportivitas tetap terjaga selama perlombaan berlangsung dan memastikan adanya keberlanjutan untuk penyelenggaraan festival ketiga di masa mendatang.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari berbagai kalangan, mulai dari tingkat pelajar SD hingga kategori umum. Para peserta tampak berjibaku di dalam dua kolam yang telah disiapkan panitia untuk menangkap ikan gabus dan belut tanpa bantuan alat apa pun.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata, Disporarpar Kota Subulussalam, Zulkarnain atau biasa disebut Joel Jacko menyebutkan bahwa festival ini merupakan upaya strategis untuk melestarikan kearifan lokal. Menurutnya, Mungkahk bukan sekadar lomba menangkap ikan, melainkan simbol kebersamaan yang telah mendarah daging di tengah masyarakat Subulussalam.

Lebih lanjut, Zulkarnain berharap tradisi ini mampu memperkuat ikatan gotong royong antarwarga. Dengan tetap menjaga keaslian cara menangkap ikan menggunakan tangan, nilai-nilai kejujuran dan kesabaran secara tidak langsung ikut ditanamkan kepada para peserta, terutama bagi kategori pelajar.

Keseruan di area kolam semakin memuncak saat kategori ibu-ibu dan bapak-bapak dimulai. Gelak tawa dan teriakan penonton pecah ketika melihat para peserta kesulitan memegang belut yang licin, menciptakan suasana akrab yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu wadah budaya.

Hadirnya jajaran pimpinan daerah, termasuk Wakil Ketua DPRK Subulussalam, Mukmin, menunjukkan dukungan legislatif terhadap penguatan karakter budaya daerah. Kehadiran para tokoh ini mempertegas bahwa pelestarian tradisi Mungkahk telah menjadi perhatian lintas instansi di Kota Subulussalam.

"Festival kebudayaan ini merupakan kegiatan positif karena Mungkahk adalah kebiasaan masyarakat Subulussalam yang sudah ada sejak dulu. Kami berharap permainan ini berjalan sportif dan ke depan harus ada festival yang ketiga," tegas Nasrul Padang saat membuka acara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....