Jembatan Putus, Siswa Terpencil di Singkil Bertaruh Nyawa untuk ke Sekolah

  • 30 Apr 2026 10:54 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Singki - Sejumlah siswa di Desa Serasah, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, setiap hari harus siap menantang bahayanya arus air sungai bisa untuk mendapatkan pendidikan.

Pasalnya, pasca terputusnya jembatan penghubung antara Desa/Kampung mereka pada tahun 2023 lalu karena diterjang banjir, secara terpaksa para siswa yang masih duduk ditingkat sekolah Dasar (SD) ini harus menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil.

Melalui sebuah Video yang diterima RRI pada Kamis, 30 April 2026. Para siswa ini menyuarakan keluhan sekaligus harapan mereka meminta perhatian pemerintah pusat agar segera membangun kembali jembatan tersebut demi menyambung pendidikan di wilayah terpencil.

Permintaan itu, lagsung ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang didampingi salah satu pendamping Kementerian Sosial, Aceh Singkil, Wahyu Hidayat.

“Kami minta bantuan Presiden Prabowo untuk membangun jembatan kami," sebut para siswa tersebut dalam sebuah Video.

Sebab sebut para siswa dari Desa Serasah, Simpang Kanan, Aceh Singkil tersebut, untuk mendapatkan pendidikan atau sekolah, mereka hari menyeberangi sungai menuju Desa Cibubukan.

Dengan menggunakan perahu kayu yang sangat sederhana, para pelajar itu melawan arus sungai yang kerap deras, terutama saat hujan turun di hulu hingga saat banjir.

Sementara itu ditempat terpisah, salah seorang pendamping keluarga harapan (PKH) dari Kementerian Sosial, di Kabupaten Aceh Singkil.

Wahyu membenarkan kondisi tersebut.

Menurut Wahyu, keadaan ini mencerminkan keterisolasian Desa Serasah, Simpang Kanan, Aceh Singkil, yang hingga kini masih bergantung pada akses terbatas.

"Putusnya jembatan sebelumnya tidak hanya berdampak aktivitas ekonomi dan sosial warga, akan tetapi mengancam keselamatan anak - anak (Siswa) saat hendak mendapatkan pendidikan," ungkap Wahyu, Kamis, 30 April 2026.

Menggunakan perahu sederhana, semangat para siswa untuk mendapatkan pendidikan tidak surut meski ancaman bahaya terus mengintai, foto : Wahyu/Dok Untuk RRI

Wahyu menilai, perjuangan para siswa itu demi pendidikan sangat miris karena harus siap dengan bahaya yang setiap mengintai disaat para siswa ini sedikit lengah ketika menyebrangi sungai.

Untuk diketahui sungai yang setiap hari dilintasi atau diseberangi para siswa itu demi mendapatkan pendidikan, merupakan sungai Lae Cinendang, Simpang Kanan, Aceh Singkil. Selain derasnya arus air, juga habitat populasi buaya juga tidak jarang ditemui para siswa saat menyebrangi sungai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....