Wali Kota Subulussalam Lobi Pusat Bangun Proyek Kelok Delapan

  • 09 Apr 2026 16:39 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam : Ruas jalan nasional yang menghubungkan Subulussalam dengan Pakpak Bharat dinilai mendesak untuk didesain ulang demi meningkatkan faktor keselamatan pengguna jalan. Lintasan ekstrem ini telah lama menjadi titik rawan yang kerap merenggut nyawa serta menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit, Kamis 9 April 2026.

Kondisi medan yang didominasi belokan tajam serta tanjakan dan turunan curam menjadi alasan kuat perlunya perubahan struktur jalan. Pemerintah Kota Subulussalam melihat bahwa penanganan konvensional tidak lagi cukup untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas maupun ancaman bencana alam di wilayah tersebut.

Wali Kota Subulussalam, H. M. Rasyid Bancin, secara resmi mengusulkan konsep inovatif dengan mengubah lintasan ekstrem tersebut menjadi Jalan Kelok 8. Nama ini diusulkan bukan tanpa alasan, melainkan disesuaikan dengan kontur alam yang ada sekaligus membawa pesan simbolis yang kuat.

Usulan nama Kelok 8 tersebut mengambil filosofi dari kode sandi 08 yang melekat pada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kode tersebut merupakan identitas bersejarah bagi Prabowo sejak masa aktifnya di TNI AD, khususnya saat memimpin Satgultor-81.

Selain nilai historis, angka tersebut kini merepresentasikan posisi Prabowo sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia. Konsep ini diharapkan menjadi daya tarik baru bagi infrastruktur di Aceh, sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap kepemimpinan nasional dalam pembangunan daerah perbatasan.

"Kalau di Sumatera Barat ada kelok 9, maka di Aceh ada kelok 8 sesuai sandi yang melekat terhadap Presiden Prabowo," ujar Wali Kota Subulussalam, H. M. Rasyid Bancin.

Rasyid Bancin menegaskan bahwa usulan ini bukan sekadar wacana di atas kertas. Sebagai bentuk keseriusan, ia melakukan gerilya birokrasi secara maraton sepanjang pekan ini untuk meyakinkan pemerintah pusat agar segera mengambil langkah konkret di lapangan.

Langkah diplomasi ini diawali dengan menyurati Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Tak hanya mengirimkan surat resmi, Wali Kota juga berkomunikasi langsung untuk memaparkan data kecelakaan dan kerawanan jalur Subulussalam-Pakpak Bharat yang terus mengancam keselamatan warganya.

"Selama sepekan ini saya fokus mengawal pengusulan penanganan jalan nasional Subulussalam-Pakpak Bharat," tegas Rasyid.m

Perjuangan anggaran dan kebijakan ini berlanjut dengan membangun komunikasi intensif bersama sejumlah menteri teknis lainnya. Wali Kota diketahui telah berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum serta Menteri Perhubungan guna menyatukan visi pembangunan infrastruktur jalan nasional tersebut.

Sebelumnya, persoalan kerawanan jalan ini juga telah dibawa ke ranah pengawasan melalui Ombudsman RI. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa hak masyarakat dalam mendapatkan pelayanan infrastruktur jalan yang aman dapat terpenuhi sesuai standar nasional.

Terbaru, Wali Kota Subulussalam telah mendapatkan jadwal resmi untuk memaparkan proposal pembangunan ini di hadapan Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy. Pertemuan strategis ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengalokasian anggaran pembangunan Kelok 8 di tahun mendatang.

Diharapkan dengan adanya desain baru ini, konektivitas antara Aceh dan Sumatera Utara melalui jalur selatan dapat berjalan lebih lancar dan aman. Proyek ini diproyeksikan tidak hanya menjadi solusi bagi keselamatan jiwa, tetapi juga menjadi ikon baru kemajuan infrastruktur di Kota Subulussalam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....