Cari Pasutri Hilang Petugas Pasang Jaring Raksasa Sikelang

  • 05 Apr 2026 15:15 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam : Upaya pencarian terhadap pasangan suami istri yang hilang di kedalaman Jurang Lae Kombih terus berlanjut dengan penuh rintangan. Tim SAR gabungan masih berjibaku menyisir aliran sungai yang ganas untuk menemukan keberadaan minibus Toyota Kijang Innova bernopol BK 1213 SP yang terjun bebas di Kecamatan STTUJ tersebut.

Pencarian intensif yang melibatkan Basarnas Sumatera Utara dan berbagai elemen relawan belum membuahkan hasil maksimal. Arus Sungai Lae Kombih yang sangat deras serta kontur bebatuan besar di dasar jurang menjadi dinding penghalang utama bagi tim penyelamat di lapangan.

Tim arung jeram lokal, Lae Kombih Kita, turut diterjunkan untuk menembus titik-titik yang sulit dijangkau oleh perahu karet standar. Mereka menyisir setiap ceruk dan pusaran air yang dicurigai menjadi lokasi tersangkutnya kendaraan maupun tubuh kedua korban asal Kota Subulussalam tersebut.

Komandan Regu (Danru) Basarnas Sumut, Romy Ersa, menjelaskan bahwa strategi pencarian terus dievaluasi setiap saat berdasarkan kondisi cuaca dan debit sungai. Penggunaan teknologi seperti drone juga dimaksimalkan untuk memantau area dari ketinggian yang tidak terjangkau oleh tim darat maupun air.

“Benar, pemasangan jaring di depan posko yang berada di objek wisata Desa Sikelang, sebagai langkah antisipasi jika korban terbawa arus ke titik tersebut. Tim gabungan tetap menunjukkan semangat tinggi dalam proses pencarian ini,” ujar Romy Ersa, Sabtu 4 April 2026.

Dijelaskannya luas area pencarian kini telah merambah hingga ke wilayah Desa Dasan Raja, mengikuti prediksi arah seretan arus sungai yang sangat kuat. Tim gabungan harus bergerak ekstra hati-hati mengingat debit air yang tidak menentu dan medan tebing yang sangat curam di sepanjang perbatasan Sumatera Utara tersebut.

Sebuah strategi baru diterapkan untuk mempersempit ruang pencarian di tengah kendala alam yang ekstrem. Petugas bersama pihak keluarga memutuskan untuk memasang jaring pengaman berukuran besar di badan sungai guna mencegat kemungkinan adanya objek yang terbawa arus jauh ke hilir.

Lokasi pemasangan jaring dipusatkan tepat di depan posko utama yang berada di objek wisata Desa Sikelang. Langkah antisipasi ini diharapkan menjadi jaring terakhir yang mampu menangkap jejak keberadaan korban jika memang mereka terseret mengikuti aliran air yang menuju ke wilayah Subulussalam.

Dukungan dari warga sekitar yang turut membantu secara sukarela memberikan energi tambahan bagi petugas yang telah bekerja tanpa lelah. Semua pihak kini menggantungkan harapan pada pemasangan jaring dan penyisiran udara ini, sembari melangitkan doa agar misteri di bawah jurang STTUJ segera menemui titik terang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....