Balap Robin di Rundeng Subulussalam Jadi Hiburan Rakyat saat Lebaran

  • 22 Mar 2026 12:43 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam : Pemuda Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, menggelar lomba balap mesin perahu atau Robin Cross di aliran Sungai Lae Soraya, Minggu 22 Maret 2026. Kegiatan yang memacu adrenalin ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan perayaan 1 Syawal 1447 Hijriah sekaligus menjadi hiburan rakyat di momen Idulfitri.

Perhelatan tahunan ini mendapat dukungan penuh dari unsur Muspika Rundeng, pemerintah desa, serta sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Dukungan kolektif ini membuat kompetisi berlangsung meriah dengan standar pengamanan yang tetap diperhatikan oleh pihak penyelenggara di lokasi acara.

Ratusan masyarakat tampak memadati bantaran sungai untuk menyaksikan kecepatan mesin-mesin kayu tersebut membelah arus. Penonton yang hadir tidak hanya berasal dari lokal Kecamatan Rundeng, tetapi juga datang dari berbagai kecamatan lain di wilayah Kota Subulussalam.

Pertandingan di lintasan air tersebut berlangsung sangat sengit sejak babak penyisihan dimulai. Ketegangan sempat terjadi saat salah satu perahu peserta karam akibat hantaman arus, namun kesigapan panitia dalam memberikan pertolongan membuat insiden tersebut tidak memakan korban.

Ketua Panitia, Muhammad Ikhwan Sambo, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang selalu dinanti masyarakat setiap tahunnya. Ia pun mengapresiasi semangat para peserta yang telah menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung di atas air Lae Soraya.

"Kegiatan ini merupakan even tahunan yang diikuti masyarakat se-Kecamatan Rundeng. Kami berharap melalui kegiatan ini bisa menjadi sarana untuk bersilaturahmi antarwarga," ujar Muhammad Ikhwan Sambo.

Setelah melalui persaingan ketat, Lase dari Desa Lae Mate berhasil keluar sebagai Juara 1, disusul oleh Pulih yang juga berasal dari Desa Lae Mate di posisi kedua. Sementara itu, posisi ketiga diraih oleh Kohar dari Desa Lae Pemualan, dan peringkat keempat ditempati Sandri Bancin dari Desa Lae Mate.

Para pemenang berhak membawa pulang trofi serta uang tunai sebagai bentuk apresiasi atas ketangkasan mereka mengemudikan mesin Robin. Panitia berharap ajang ini dapat terus ditingkatkan kualitasnya guna melestarikan budaya sungai yang menjadi ciri khas masyarakat Rundeng.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....