HMI Cabang Persiapan Subulussalam Tekankan Kemandirian Ekonomi Kader
- 15 Feb 2026 20:59 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam : Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat STIT HAFAS Cabang Persiapan Kota Subulussalam memperingati Dies Natalis ke-79 dengan penuh khidmat. Momentum ini tidak hanya dirayakan sebagai hari lahir organisasi, tetapi juga menjadi ajang refleksi bagi para kader di tingkat cabang persiapan. Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus, alumni, serta perwakilan Majelis Daerah KAHMI setempat, Minggu 15 Februari 2026.
Peringatan tahun ini dianggap istimewa karena menandai fase baru perjalanan organisasi mahasiswa hijau hitam tersebut di wilayah Subulussalam. Jika sebelumnya masih bernaung di bawah Cabang Tapak Tuan, kini mereka telah berproses menjadi cabang persiapan yang mandiri. Transformasi status ini membawa tanggung jawab lebih besar bagi seluruh pengurus komisariat yang ada.
Ketua Umum HMI Komisariat STIT HAFAS, Farhan Rizki, menyatakan bahwa perubahan status dari cabang administratif menjadi cabang persiapan adalah capaian besar yang patut disyukuri. Menurutnya, hal ini merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh kader dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ia mengingatkan agar euforia ini tidak membuat kader terlena.
"Alhamdulillah hari ini kita telah berproses menjadi Cabang Persiapan Kota Subulussalam. Ini adalah capaian yang harus kita jaga dan lanjutkan dengan kerja-kerja nyata," ungkap Farhan Rizki.
Selain penguatan struktur, kualitas kader dalam menjawab tantangan zaman juga menjadi poin krusial yang dibahas. Farhan menekankan bahwa intelektualitas harus tetap menjadi napas utama setiap anggota HMI di lingkungan kampus STIT HAFAS. Inovasi gerakan harus terus diciptakan agar organisasi tetap relevan bagi mahasiswa dan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Erwinsah Putra Berutu memberikan arahan yang cukup keras mengenai kemandirian organisasi. Ia menyoroti ketergantungan finansial yang sering kali menjadi hambatan dalam pergerakan mahasiswa. Menurutnya, kemandirian ekonomi adalah syarat mutlak agar organisasi memiliki martabat dan kebebasan dalam bersikap.
Erwinsah mendorong setiap komisariat di bawah Cabang Persiapan Kota Subulussalam untuk mulai membangun unit usaha atau sumber dana internal. Hal ini dilakukan agar kegiatan-kegiatan organisasi tidak melulu bergantung pada bantuan pihak luar atau proposal sumbangan. Ia ingin melihat kader HMI yang berdaya secara finansial sejak dini.
"Mau sampai kapan tangan kita berada di bawah dan terus meminta?" tegas Erwinsah Putra Berutu di hadapan para kader yang hadir. Ia menuntut agar HMI mampu melahirkan solusi nyata, tidak hanya bagi anggotanya tetapi juga bagi kemaslahatan masyarakat luas melalui aksi-aksi produktif.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk membangun karakter sebagai insan pengabdi umat dan bangsa. Sosok kader HMI diharapkan menjadi motor lahirnya insan-insan kerakyatan yang senantiasa berpihak pada kepentingan masyarakat kecil. Karakter ini dianggap sebagai identitas dasar yang tidak boleh luntur dimakan usia.
Perwakilan MD KAHMI Kota Subulussalam, M. Arief Hidayat, turut memberikan apresiasi atas geliat pergerakan kader di daerah tersebut. Ia melihat semangat tinggi dari para mahasiswa dalam menjaga eksistensi organisasi di tengah berbagai tantangan lokal. Arief membagikan pandangannya mengenai tiga pilar utama yang menjaga kecintaan terhadap organisasi ini.
Menurut Arief, tiga nilai tersebut adalah pengabdian, pergerakan, dan keilmuan yang saling berkaitan satu sama lain. Ia berharap nilai-nilai dasar HMI ini terus diwariskan secara konsisten kepada generasi kader berikutnya. Tanpa ketiga pilar ini, organisasi mahasiswa dinilai hanya akan menjadi sekadar kelompok nongkrong tanpa arah.
“Tiga nilai inilah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi kader berikutnya,” ujar M. Arief Hidayat dalam pidatonya. Ia optimis bahwa Cabang Persiapan Kota Subulussalam akan segera berkembang menjadi cabang definitif yang kokoh dan progresif di masa depan.
Peringatan Dies Natalis ke-79 ini ditutup dengan sesi doa bersama serta prosesi pemotongan tumpeng. Simbol tumpeng ini dimaknai sebagai rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi yang lahir sejak 1947 silam di Yogyakarta tersebut. Seluruh kader yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai di sekretariat setempat.
Dengan berakhirnya seremoni ini, HMI Komisariat STIT HAFAS berkomitmen untuk terus menjadi motor penggerak perubahan di Kota Subulussalam. Mereka bertekad melahirkan kader yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepedulian sosial yang tinggi terhadap dinamika daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....