Sopir Mengadu Ombudsman Kaji Titik Rawan Jalan Kedabuhan

  • 12 Feb 2026 20:57 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Sunulussalam : Pemerintah Kota Subulussalam merespons serius keluhan para sopir terkait kondisi jalur maut di wilayah tersebut. Wali Kota Subulussalam, H.M. Rasyid, menerima kunjungan tim Ombudsman Perwakilan Aceh di ruang kerjanya guna membahas langkah taktis penanganan infrastruktur jalan.

Rombongan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Ombudsman Aceh, Dian Rubianty, yang didampingi oleh Kepala Bidang Pencegahan Muammar, Asisten Ombudsman Rini Maisari, dan staf ahli. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat mengenai ancaman keselamatan di jalur lintas utama.

Wali Kota menjelaskan bahwa kehadiran Ombudsman dipicu oleh surat pengaduan resmi dari para sopir yang rutin melintasi kawasan Kedabuhan. Para pengguna jalan melaporkan tingginya risiko kecelakaan di sejumlah titik krusial, mulai dari Tanjakan Kedabuhan, Tanjakan Tiga, hingga kawasan Singersing.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota meminta Ombudsman segera melakukan kajian mendalam untuk menyusun rekomendasi teknis. Rekomendasi ini nantinya akan ditujukan kepada instansi terkait, terutama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), agar merumuskan penanganan permanen terhadap titik-titik rawan tersebut.

Wali Kota Rasyid memberikan apresiasi tinggi atas gerak cepat Ombudsman Aceh yang proaktif menjemput bola demi kepentingan publik. Ia menilai langkah ini sangat krusial agar suara para sopir dan pengguna jalan tidak sekadar menjadi keluhan tanpa solusi nyata dari pemegang kebijakan pusat.

“Kami berharap kajian dan rekomendasi Ombudsman dapat mempercepat upaya penanganan tanjakan Kedabuhan, Singersing, hingga Tanjakan Tiga, Sultan Daulat, sehingga keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin dan risiko kecelakaan dapat ditekan,” ujar H.M. Rasyid, Kamis 12 Februari 2026.

Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pengawas ini diharapkan mampu mendesak percepatan perbaikan geometrik jalan maupun pemasangan fasilitas keselamatan tambahan. Fokus utamanya adalah meminimalisir angka kecelakaan di jalur yang selama ini dikenal ekstrem dan menjadi urat nadi transportasi logistik tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....