Mengenal Sosok Pembawa Baki Pertama Paskibraka

  • 16 Agt 2024 17:26 WIB
  •  Aceh Singkil

KBRN, Aceh Singkil : Siti Dewi Sutan Assin atau Siti Dewi Suryo Sutan Assin yang bernama lahir Siti Dewi Gando Nilai dan akrab disapa Titik lahir pada 5 Oktober 1926 di Manado, Sulawesi Utara. Putri dari pasangan Sutan Assin (ayah) bersuku Minangkabau (asal Lintau) dan Rangkayo Limbak Tjahaja (ibu) bersuku Minangkabau (Pitopang, Kubu Gadang, Nagari Koto Nan Ompek, Kota Payakumbuh) ini bersekolah di Yogyakarta setelah ayahnya yang berprofesi dokter berpindah tugas dari Manado.

Siti Dewi adalah salah satu dari lima anggota Paskibraka pertama setelah terbentuknya korps Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang digagas oleh Mayor (Laut) Husein Mutahar, ajudan Presiden Soekarno, yang mendapat perintah dari presiden pertama Indonesia untuk menyusun acara dalam rangka upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang pertama pada 17 Agustus 1946.

Karena situasi politik yang memanas di Jakarta, pada tahun 1946 ibu kota Republik Indonesia berada di Yogyakarta. Presiden Soekarno memerintahkan ajudannya, Husein Mutahar, untuk menyusun berbagai acara dalam rangka upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang pertama pada tahun 1946. Oleh karena itu, Husein Mutahar merancang acara pengibaran bendera pusaka oleh tiga orang putra dan dua putri yang berstatus pelajar dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang sedang bersekolah di Yogyakarta sebagai wakil dari seluruh Indonesia.

Pada upacara yang bersejarah di halaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta tersebut, Siti Dewi dipercaya sebagai pembawa nampan yang menerima Bendera Pusaka dari presiden Indonesia. Penampilannya yang elegan dan cerdas telah membuat Mutahar "kepincut" dan memilihnya sebagai pembawa nampan Bendera Pusaka.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Belanda, siti dewi kembali ke tanah air dan bertemu kakak kelasnya ketika di Yogyakarta, Atmono Suryo. Pada 29 September 1959 mereka menikah.Siti Dewi pindah ke Amerika Serikat mendampingi suaminya yang bekerja di salah satu perwakilan Indonesia di sana. Karier suaminya terus menanjak sehingga ditunjuk menjadi duta besar di negara sahabat. Siti Dewi juga ikut berpindah-pindah domisili dan mendampingi suaminya dengan setia. Dan pada 20 Desember 2000 siti dewi meninggal dunia di umur 74 tahun.

(Sumber : wikipedia)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....