Benarkah Jamu Lebih Aman Daripada Obat Kimia?

  • 25 Jul 2024 17:32 WIB
  •  Aceh Singkil

KBRN, Singkil : Di warung-warung, apotik, mini market banyak dijumpai menjual minuman kemasan dari bahan dasar rempah-rempah. Jamu herbal berasal dari bahan alam, sedangkan obat kimia dari bahan sintetik. Jadi secara umum kita bisa mengatakan bahwa keunggulan obat tradisional, jamu atau herbal lebih aman, lebih minimal efek samping. Meski diklaim lebih aman, obat tradisional tidak bisa memberikan efek instan. Misalnya dibandingkan obat sintetis pereda nyeri, obat kimia.

Herbal dan obat kimia sebenarnya memiliki khasiat yang sama. Namun, bekerja dengan cara yang berbeda. Kalau obat-obatan kimia bekerja dengan meredam gejala sakit, Herbal (baik dalam bentuk suplemen, kapsul, jamu, atau rebusan) umumnya berperan dalam menyeimbangkan fungsi organ tubuh agar kembali bekerja dengan baik. Interaksi Herbal dan obat kimia dapat terjadi, karena Herbal dan obat kimia mengandung senyawa aktif yang sama-sama mempengaruhi tubuh.

Agar aman dan efektif, waktu mengkonsumsi juga harus diperhatikan. Sebaiknya nimum Herbal dua jam sebelum atau sesudah mengkonsumsi obat dokter. Selama waktu itu, biasanya proses mencerna obat sudah selesai sehingga interaksi yang tidak diinginkan bisa dihindari, dan efektivitas Herbal yang dikonsumsi tetap terjaga. Berikut ini kombinasi obat herbal dan kimia yang cocok dan tidak cocok untuk konsumsi :

Pasangan Serasi

1. Obat Umum

Jika digunakan dalam jangka panjang, obat-obat kimia berpotensi mengganggu fungsi hati. Untuk menghindarinya, konsumsilah temulawak atau milk thistle (Sylibum marianum). Kedua Herbal ini terbukti secara ilmiah tidak berinteraksi dengan obat kimia, namun membantu regenerasi sel-sel hati.

2. Obat Pembunuh Virus

Ada beberapa jenis Herbal yang meningkatkan sistem imun dan meningkatkan khasiat obat antiviral. Contohnya, echinacea (Echinacea angustifolia, E. Purpurea, E. Pallida), dan meniran (Phyllanthus niruri). Meskipun demikian, jangan mengkonsumsi echinacea dan meniran berbarengan, karena justru dapat mengganggu sistem imun.

3. Obat Alergi

Untuk meredakan gejala alergi dengan cepat, kita dapat minum antihistamin. Herbal yang dapat dikombinasikan adalah bawang putih, yang bisa digunakan dalam masakan dalam jumlah yang

diperbanyak.

Pasangan Tidak Serasi

1. Obat Umum

Herbal yang mengandung tanin dapat mengurangi penyerapan tubuh terhadap obat-obatan yang mengandung codein, ephedrine, dan theophyline. Hindari konsumsi daun jambu biji, teh, dan herbal yang rasanya sepat.

2. Obat Pengencer Darah

Jika mengkonsumsi obat-obatan seperti aspirin dan warfarin, hindari bawang putih, jahe, ginseng, pegagan (Centella asiatica), dan nanas. Selain itu waspadai kandungan dan shen (Salvia miltiorrhiza) dan dang qui (Angelica sinensis) yang kerap terdapat dalam ramuan sinse. Herbal tersebut bersifat melancarkan peredaran darah sehingga jika dikonsumsi bersama aspirin atau warfarin bisa menyebabkan perdarahan organ.

3. Obat Jantung

Herbal yang dapat mempengaruhi kerja obat jantung, di antaranya jenis pencahar seperti ginseng, buah senna (Senna folium), licorice (Glycrrhiza glabra), dan ma huang (Herbal ephedrae). Herbal-Herbal ini dapat menganggu ritme denyut jantung.

Umumnya minum jamu boleh-boleh saja, asal dikonsultasikan dulu dengan dokter. Sebaiknya jika ingin mengonsumsi jamu atau obat diberikan jarak waktu. Kalau memang diharuskan obat dengan jamu sebaiknya minimal 3 jam jarak waktunya. (sumber web https://yankes.kemkes.go.id/)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....