Hoax atau Fakta : Alkohol Dapat Menyebabkan Kebutaan
- 27 Jun 2024 21:08 WIB
- Aceh Singkil
KBRN, Aceh Singkil : Konsumsi alkohol berlebihan bisa berdampak buruk pada mata. Minum alkohol berlebihan bisa menyebabkan pergerakan mata cepat, penglihatan ganda, hingga berpotensi membuat mata buta. Efeknya bisa bersifat jangka pendek, seperti penglihatan kabur atau ganda. Namun bisa juga bersifat jangka panjang dan berpotensi permanen, seperti kebutaan.
Bagaimana minum alkohol bisa menyebabkan kebutaan? Laman Hermina Hospitals mencatat bahwa jenis alkohol yang berpotensi menyebabkan kebutaan adalah metanol, Zat-zat tersebut dapat langsung merusak sistem saraf, termasuk saraf mata. Awalnya zat ini menyebabkan peradangan pada jaringan sistem saraf. Lalu kondisi peradangan ini diikuti kematian jaringan sistem saraf, yang dapat menyebabkan kebutaan dan berujung pada kematian.
Kadar alkohol pada minuman beralkohol sejatinya bervariasi. Jenis minuman beralkohol yang diminum kebanyakan merupakan jenis senyawa etanol dengan rumus molekul C2H5OH. Alkohol jenis ini dapat mempengaruhi sistem saraf pusat, sehingga bila diminum tentu akan menyebabkan orang yang mengkonsumsinya kehilangan kesadaran, dan pada kondisi yang parah dapat menyebabkan kematian.
Dalam pembuatan alkohol palsu atau oplosan, sering kali minuman beralkohol ini dicampur dengan metanol (CH3OH) atau benzena (C6H6). Bahan-bahan tersebut juga dapat menyebabkan keracunan dan menyebabkan kerusakan saraf permanen (kebutaan atau kematian). Bahan campuran tersebut telah menyatu dengan alkohol dan tidak dapat dipisahkan/diuraikan. Metanol adalah jenis zat kimia yang dapat menyebabkan kebutaan dan kelumpuhan apabila dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh.
Terjadinya kematian memang tidak bisa kita prediksi. Namun, alkohol yang telah dicampurkan dengan zat kimia metanol sangat berbahaya bila dikonsumsi. Konsumsi alkohol 70% yang telah bercampur dengan metanol dapat menyebabkan kebutaan dan kelumpuhan. Dalam kasus yang berat, minuman ini dapat menyebabkan henti jantung hingga kematian dan kasusnya cukup banyak di masyarakat kita.
(Sumber : NationalGeographicIndonesia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....