Lima Penyakit Hati Penghalang Jalan Menuju Surga

  • 02 Okt 2025 17:03 WIB
  •  Aceh Singkil

KBRN, Aceh Singkil : Umat Islam diimbau untuk senantiasa waspada terhadap lima perilaku utama yang dapat menyeret manusia ke dalam jurang kesengsaraan, baik di dunia maupun di akhirat. Hal ini ditekankan oleh Ustadz Jaini Saleh, Penghulu KUA Pulau Banyak, dalam program dialog agama RRI SP Singkil, Minggu (28/9/2025).

Menurut Ustadz Jaini Saleh, kunci utama dari kehidupan yang sengsara bukanlah terletak pada faktor ekonomi atau materi, melainkan pada kerusakan spiritual dan keengganan untuk kembali kepada Allah SWT.

"Ada lima hal pokok yang jika kita biarkan bersemayam dalam diri, ia akan menjadi sumber petaka dan kesengsaraan hidup. Ini adalah penyakit hati yang harus segera diobati," ujar Ustadz Jaini Saleh.

Ustadz Jaini Saleh menjelaskan secara rinci lima poin yang ia sebut sebagai 'Gerbang Sengsara':

1. Enggan Mengakui Dosa Menurut Ustadz Jaini, langkah pertama menuju kesengsaraan adalah sikap sombong rohani, yaitu tidak mau mengakui kesalahan atau dosa yang telah diperbuat. "Sikap ini membuat seseorang tidak akan pernah merasa perlu untuk berubah. Ia merasa suci, padahal dosa-dosa terus menumpuk tanpa disadari", jelasnya.

2. Enggan Menyesali Dosa Setelah enggan mengakui, langkah berikutnya adalah enggan menyesali. Penyesalan (anjuran) adalah inti dari taubat. Tanpa rasa sedih dan penyesalan yang mendalam atas pelanggaran kepada Allah, seseorang akan mudah mengulangi dosa yang sama. "Hati yang keras tidak akan pernah meneteskan air mata penyesalan, dan inilah awal dari kehancuran spiritual", tambahnya.

3. Enggan Bertaubat Enggan bertaubat adalah puncak dari dua sikap sebelumnya. Taubat adalah janji dan tekad kuat untuk meninggalkan perbuatan dosa dan kembali ke jalan yang benar. "Allah Maha Pengampun, namun jika kita sendiri yang menutup pintu taubat karena merasa malu atau takut, maka kita telah menyengsarakan diri sendiri," tegas Ustadz Jaini Saleh.

4. Putus Asa dari Rahmat Allah Kesengsaraan yang paling berbahaya, menurut Ustadz Jaini, adalah putus asa dari rahmat Allah (Al−Qanit). Sikap ini membuat seseorang merasa dosanya terlalu besar sehingga tidak mungkin diampuni. Padahal, Allah berfirman: “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.”

"Putus asa adalah bisikan setan yang ingin membuat kita jauh selamanya dari ampunan. Selama nyawa masih di badan, pintu ampunan Allah selalu terbuka lebar," ingatnya.

5. Enggan Muhasabah Diri (Evaluasi Diri) Poin terakhir adalah kegagalan dalam Muhasabah atau evaluasi diri secara berkala. Orang yang enggan introspeksi tidak akan pernah tahu di mana letak kesalahan dan kelemahan dirinya.

"Muhasabah adalah cermin bagi seorang Muslim. Jika kita tidak pernah bercermin, bagaimana kita bisa tahu jika ada kotoran yang menempel di wajah kita? Tanpa muhasabah, kita akan terus berjalan di atas kesalahan yang sama", pungkasnya.

Ustadz Jaini Saleh mengajak seluruh umat untuk segera mengambil tindakan korektif, yaitu dengan membuka diri untuk mengakui kesalahan, menyesalinya, bergegas bertaubat, menjauhi keputusasaan, dan menjadikan muhasabah sebagai rutinitas harian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....