Waspada Fenomena La Nina di Indonesia

  • 22 Okt 2024 12:49 WIB
  •  Aceh Singkil

KBRN, Aceh Singkil : La Nina adalah fenomena iklim global yang terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur lebih dingin dari biasanya. Suhu muka laut yang lebih dingin menyebabkan biota laut yang berada di kedalaman naik ke permukaan.

La Nina menyebabkan curah hujan yang lebih tinggi dari rata-rata. Di Indonesia, curah hujan dapat meningkat 20–40% pada periode Juni–Juli–Agustus dan September–Oktober–November. La Nina disebabkan oleh interaksi kompleks antara atmosfer dan lautan, dan faktor-faktor utamanya adalah Angin Pasat yang Kuat.

Fenomena ini menyebabkan beberapa dampak, di antaranya:

· Udara terasa lebih dingin

· Curah hujan lebih tinggi dari rata-rata

· Perubahan ekosistem laut

· Bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang

Melansir brin.go.id, menurut pakar meteorologi dan profesor riset di bidang meteorologi dan klimatologi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) La Nina dapat menyebabkan kekeringan hebat yang kadang disertai dengan kebakaran hutan, serta peningkatan potensi gagal panen pada sektor pertanian, terutama padi. Di sisi lain, sektor perikanan bisa mendapatkan manfaat dari La Nina karena suhu laut yang lebih dingin membuat ikan berenang lebih dekat ke permukaan, sehingga memudahkan penangkapan.

(Sumber: AI Generatif, bmkg.go.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....