Seminar Tari Dampeng Pererat Kolaborasi Sekolah, Pemuda dan Pemerintah
- 22 Agt 2026 13:20 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam - Upaya menjaga keberlangsungan seni tradisi terus digalakkan di Kota Subulussalam. Pelajar gabungan dari MAN 1 Penanggalan dan SMK N 1 Penanggalan berkumpul untuk mendalami akar budaya daerah mereka dalam sebuah seminar kebudayaan.
Agenda edukatif ini digelar di Aula MAN 1 Penanggalan dengan mengangkat tema "Pelestarian Tarian Dampeng sebagai Budaya Menerima Tamu di Kota Subulussalam". Tarian yang sarat makna etika dan estetika tersebut dibedah agar makin dikenal serta dipahami oleh generasi muda.
Giat kebudayaan ini tidak hanya menyasar para siswa sekolah menengah, tetapi juga melibatkan barisan tokoh daerah dan penggerak komunitas lokal. Kehadiran lintas elemen ini menjadi wujud kepedulian bersama terhadap keberadaan warisan takbenda di Kecamatan Penanggalan.
Sejumlah pejabat publik turut membaur di lokasi acara, antara lain Anggota DPRK Subulussalam Dapil II Kecamatan Penanggalan, Ardhiyanto Ujung, serta Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kota Subulussalam, Zulkarnain.

Dukungan dari lini kepemudaan dan olahraga tradisional juga tampak solid. Perwakilan dari Persatuan Pemuda Kecamatan Penanggalan (PERPENA), Komunitas Maryam, Muda Seudang Kota Subulussalam, hingga Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) ikut meramaikan jalannya kegiatan.
Acara dipandu oleh M. Nazir Husin yang bertindak sebagai moderator. Sosok penggiat budaya ini merupakan penerima program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) tahun 2026 yang aktif mengawal ruang-ruang diskusi edukatif di daerah.
Sebagai narasumber utama, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Subulussalam, Habibuddin, memaparkan secara runtut sejarah, filosofi gerak, hingga fungsi sosial Tari Dampeng dalam adat istiadat penerimaan tamu khas Subulussalam.
Dalam pemaparannya, Habibuddin mengingatkan agar para peserta tidak sekadar memandang agenda budaya ini sebagai pengisi waktu atau urusan administrasi sekolah belaka.
"Para siswa diharapkan tidak hanya mengikuti kegiatan ini secara seremonial, tetapi benar-benar menyerap makna tradisi Tari Dampeng sebagai bagian dari identitas diri kita," ujar Habibuddin.
Apresiasi terhadap pelaksanaan agenda ini turut mengalir dari jajaran legislatif daerah. Anggota DPRK Subulussalam, Ardhiyanto Ujung, menyoroti kuatnya iklim kerja sama yang terbangun antarlembaga dan komunitas dalam menyelenggarakannya.
"Kegiatan ini sangat positif karena dibangun dengan kolaborasi yang baik antara pihak sekolah, komunitas pemuda, dan pemerintah. Sinergi seperti ini harus dipertahankan demi menjaga warisan leluhur," kata Ardhiyanto Ujung.
Sesi pemaparan materi kemudian disusul dengan ruang diskusi yang dinamis. Sesi tanya jawab berlangsung hidup dan interaktif, terutama saat perwakilan dari Komunitas Maryam dan PORTINA mengajukan pertanyaan seputar tantangan pelestarian Tari Dampeng di tengah gempuran budaya modern.
Diskusi berkembang dinamis saat peserta menyoroti bagaimana menjaga keaslian gerak tarian tanpa mengesampingkan minat generasi muda yang hidup di tengah arus globalisasi.
Pihak MAA Kota Subulussalam bersama moderator memberikan jawaban komprehensif, sembari mengajak seluruh peserta untuk aktif mempraktikkan serta mempromosikan tarian ini dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mempromosikan Tari Dampeng dalam pelbagai forum resmi maupun pentas seni warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....