Panwaslih Gandeng Komunitas, Jaga Demokrasi di Aceh Singkil
- 30 Sep 2026 21:48 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Singkil - Langkah segar diambil Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Singkil untuk memperketat pengawasan pemilu di Aceh Singkil.
Sebab sebagai lembaga pengawas, Panwaslih resmi menggandeng Komunitas Singkel Muda Chinquelle lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pengawasan Partisipatif Pemilu Aceh Singkil.
Hal tersebut dibenarkan Ketua sekaligus Co-Founder Komunitas Singkel Muda Chinquelle, Suhardin Djalal, Rabu, 30 September 2026.
"Dengan sumber daya yang kita miliki dan sinergi bersama Panwaslih Aceh Singkil, Komunitas Chinquelle siap berpartisipasi menjaga kualitas demokrasi melalui gerakan literasi kepemiluan, pendidikan politik, serta upaya lainnya yang diperlukan untuk pencegahan pelanggaran pemilu di masa yang akan datang,” tegas Suhardin.
Komitmen Chinquelle bukan tanpa modal, Namun Suhardin mengungkapkan bahwa internal mereka diisi oleh anak-anak muda yang sudah terlatih langsung oleh pusat dalam hal pengawasan pemilu.
“Berdasarkan pengalaman, saya bersama Dian Saputra dan Abdul Dawi merupakan alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) dan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Bawaslu, Kami tentu sangat bersemangat untuk terlibat dalam pengawasan pemilu secara partisipatif,” ungkap Suhardin.
Kemudian Suhardin berharap melalui nota kesepahaman ini tidak sekadar menjadi dokumen di atas kertas, melainkan pemantik aksi nyata yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
Sebab Baginya, masa depan demokrasi Aceh Singkil berada di tangan bersama, dan keterlibatan generasi muda adalah fondasi untuk membangun budaya politik yang lebih sehat dan partisipatif.
Sementara itu, sebelumnya Ketua Panwaslih Aceh Singkil, Syamsul Arifin, menegaskan bahwa mengawal pesta demokrasi tidak bisa hanya bertumpu pada pundak penyelenggara. Menurutnya, gerakan aktif dari akar rumput, terutama anak muda, adalah kunci utama.
“Untuk menjaga kualitas demokrasi, diperlukan partisipasi dari masyarakat, termasuk gerakan aktif dari komunitas anak muda. Sebab, jika hanya mengharapkan peran penyelenggara, tentu belum maksimal,” ujar Syamsul.
Syamsul menilai komunitas muda punya ruang strategis untuk mengedukasi warga sekaligus menjadi benteng pencegahan pelanggaran pemilu. Ia pun menaruh harapan besar pada kemitraan ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....