Begini Cara agar Doa Mendapat Ijabah
- 02 Agt 2026 16:52 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Aceh Singkil - Doa merupakan senjata paling utama bagi seorang mukmin dan bentuk komunikasi paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya. Namun dalam kenyataannya, tidak semua doa yang dipanjatkan terasa segera dikabulkan.
Terkait hal itu, Ustadz Syaifaurrahman, Lc, selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kuala Baru, mengingatkan bahwa terkabulnya doa tidak hanya bergantung pada permohonan lisan, tetapi juga pada adab, kondisi hati, dan cara hidup seorang hamba sehari-hari. Hal tersebut disampaikannya dalam program Dialog Kajian Islami bersama RRI Singkil, Jumat 30 Juli 2026.
Menurut Ustadz Syaifaurrahman, Allah SWT Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa. Namun sebagai hamba, kita juga dituntut memenuhi syarat-syarat yang telah diajarkan dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Syarat itu berfungsi sebagai bentuk kesungguhan, kepatuhan, dan penghambaan kita kepada Allah.
"Ada hal-hal yang harus kita jaga mulai dari apa yang kita makan, bagaimana hati kita saat berdoa, sampai pada isi doa itu sendiri. Jika syarat ini dipenuhi, maka insyaAllah doa kita akan lebih dekat untuk diijabah," jelasnya.
Lebih lanjut, dalam dialog tersebut Ustadz Syaifaurrahman merinci 5 syarat utama agar doa dikabulkan Allah SWT:
Pertama, makan makanan yang halal.
Yang dimaksud makanan halal di sini mencakup dua hal. Pertama, halal dari jenisnya, artinya makanan dan minuman itu memang diperbolehkan oleh syariat, tidak termasuk yang diharamkan seperti babi, khamr, dan sejenisnya.
“Kedua, halal dari cara mendapatkannya. Artinya diperoleh dengan cara yang baik dan diridhai Allah, bukan dari hasil riba, korupsi, menipu, mencuri, atau dzalim kepada orang lain.," ujarnya.
Kedua, yakin kepada Allah bahwa doanya akan dikabulkan.
Seorang muslim harus berdoa dengan penuh keyakinan dan husnuzhan. Jangan berdoa dengan ragu, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya.
Jika kita yakin Allah akan mengabulkan, maka Allah akan kabulkan dengan cara terbaik menurut-Nya, bisa langsung di dunia, ditunda, atau diganti dengan pahala di akhirat. Sebaliknya, jika di hati kita ada keraguan, sambil berkata 'dikabulkan atau tidak ya', maka itu menunjukkan lemahnya keyakinan kita kepada Allah. Padahal Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu," tegasnya.
Ketiga, jangan sesekali hatinya lalai ketika meminta doa dikabulkan.
Artinya, saat berdoa lisan kita berucap, hati kita juga harus hadir dan fokus kepada Allah. Jangan sampai mulut berdoa tapi pikiran kemana-mana, sibuk dengan urusan dunia, atau berdoa tanpa penghayatan.
“Karena Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan main-main. Berdoalah dengan khusyuk, dengan penuh harap, seolah kita benar-benar sedang bermunajat langsung kepada Allah yang Maha Mendengar," pesannya.
Keempat, doa tidak mengandung unsur dosa.
Isi doa harus dijauhkan dari unsur dosa, memutuskan silaturahmi, dan menzalimi hak seorang muslim lain. “Jangan sampai kita berdoa meminta keburukan untuk orang lain, meminta agar hubungan keluarga putus, atau meminta sesuatu yang mengandung kedzaliman. Karena doa seperti itu justru bertentangan dengan ajaran Islam dan akan menjadi penghalang terkabulnya doa," katanya.
Kelima, tidak meminta hal-hal yang mustahil secara sunnah dan syariah.
Artinya kita berdoa sesuai koridor yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya. Jangan meminta sesuatu yang bertentangan dengan hukum syariat dan sunnatullah.
"Contohnya meminta kematian untuk diri sendiri karena masalah dunia, atau berdoa agar tidak mati sama sekali. Padahal kematian adalah ketetapan Allah yang pasti terjadi kepada setiap makhluk,” pungkasnya.
Di akhir kajian, Ia mengajak untuk terus memperbaiki diri, menjaga kehalalan rezeki, menguatkan keyakinan, dan melatih kekhusyukan. Dengan begitu, hubungan kita dengan Allah semakin dekat dan doa-doa kita lebih mudah diijabah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....