Ceceran Minyak Sawit Ancam Keselamatan Warga Jalan Nasional Asel - Subulussalam
- 31 Jul 2026 19:17 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam - Tetesan dan ceceran minyak dari angkutan kelapa sawit, khususnya armada pembawa berondolan sawit yang melintas di jalan lintas nasional Aceh Selatan – Subulussalam, makin meresahkan masyarakat pengguna jalan. Kondisi permukaan aspal yang licin akibat ceceran minyak tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan, terutama bagi para pengendara sepeda motor.
Keluhan tersebut mendapat perhatian serius dari Ketua DPD Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Kota Subulussalam, Amirul Caniago. Ia menegaskan bahwa praktik pengangkutan berondolan sawit yang tidak memenuhi standar keselamatan harus segera ditertibkan oleh pihak berwenang.
"Ceceran minyak berondolan sawit ini sangat licin dan menjadi ancaman nyata bagi keselamatan nyawa para pengendara. Sudah banyak laporan dari masyarakat, khususnya roda dua, yang merasa terancam saat melintasi jalur Aceh Selatan–Subulussalam," ujar Amirul Caniago, Jumat 31 Juli 2026
Amirul menjelaskan, tetesan minyak tersebut umumnya berasal dari bak truk angkutan yang tidak dilapisi atau ditutup dengan baik. Saat kendaraan bermuatan berat tersebut melaju, cairan minyak berondolan menetes berceceran di sepanjang badan jalan. Situasi makin membahayakan ketika hujan turun, karena lapisan minyak bercampur air membuat aspal menjadi sangat licin dan rawan memicu kecelakaan lalu lintas.
Menanggapi persoalan ini, Amirul mendesak instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres setempat, untuk melakukan penertiban dan pengawasan ketat terhadap armada pengangkut hasil perkebunan sawit tersebut.
"Kami meminta Dinas Perhubungan serta Kepolisian untuk turun tangan melakuan razia dan memberikan sanksi tegas kepada para pengusaha atau sopir angkutan yang membandel. Jangan tunggu sampai jatuh korban jiwa baru ada tindakan," tegas Amirul.
Ia juga mengimbau para pemilik PKS (Pabrik Kelapa Sawit), agen, maupun penyedia jasa angkutan untuk lebih bertanggung jawab dengan memastikan setiap bak truk pengangkut dalam kondisi kedap atau dilapisi terpal rapat sehingga tidak ada cairan minyak yang menetes ke jalan.
"Keselamatan publik adalah yang utama. Kita dukung aktivitas ekonomi masyarakat dan sektor perkebunan, tetapi standar keselamatan di jalan umum harus tetap dipatuhi demi kenyamanan bersama," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....