Mengenal 4 Karakter Jiwa: Mana yang Sedang Menguasai Diri Kita?
- 10 Jul 2026 20:04 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Aceh Singkil : Mengenali karakter diri menjadi kunci utama bagi seorang muslim untuk memperbaiki kualitas spiritual dan moral mereka. Hal ini penting dilakukan agar setiap individu mampu mengendalikan sifat-sifat negatif yang ada di dalam jiwa.
Hal tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Danau Paris Aceh Singkil, Maulida Rizki MP, S.Sos., saat mengisi Program Dialog Kajian Islami di RRI SP Singkil pada Jumat, 10 Juli 2026. Dalam pemaparannya, Ustadzah Maulida mengupas secara mendalam empat energi karakter yang saling berebut kendali atas perilaku dan hati seorang Muslim.
Karakter pertama adalah Sabi’iyyah (Sifat Binatang Buas), karakter yang diibaratkan sebagai api kemarahan atau manifestasi dari sifat binatang buas. Ketika energi ini mendominasi, manusia akan dikuasai oleh ego yang tinggi, emosi yang meledak-ledak, dan dorongan untuk menindas. Dampaknya, seseorang menjadi sangat mudah berbuat zalim, seperti melakukan kekerasan fisik, mencaci, bertindak sewenang-wenang, hingga menyerang hak-hak orang lain demi memuaskan rasa kuasanya.
Kedua, karakter Bahimiyyah, yaitu nafsu kesenangan yang menyerupai sifat binatang jinak atau hewan ternak. Berbeda dengan Sabi’iyyah yang agresif, Bahimiyyah bergerak secara halus melalui ambisi memburu kepuasan duniawi. Karakter ini berfokus pada pemenuhan syahwat, seperti keserakahan terhadap makanan, harta, dan urusan biologis. Jika tidak dikendalikan, manusia akan hidup tanpa batasan moral, hanya demi memuaskan kesenangan sesaat.
Selanjutnya yang ketiga adalah karakter Syaithaniyyah atau sifat-sifat ke-setan-an. Energi negatif ini bekerja dengan cara merusak mental dan hubungan antarsosial. Syaithaniyyah memicu munculnya penyakit hati yang kronis, mulai dari rasa iri, dengki, sombong, hingga gemar melakukan tipu daya dan kelicikan. Orang yang dikuasai sifat ini cenderung merasa tidak senang melihat orang lain bahagia, dan kerap menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan sesamanya.
Dan yang keempat adalah Rabbaniyyah, yaitu sifat-sifat luhur ketuhanan yang menjadi poros kebaikan manusia. Karakter ini bersumber dari akal yang sehat dan hati yang jernih. Rabbaniyyah memancarkan energi positif seperti cinta kasih, kebijaksanaan, kejujuran, rasa keadilan, dan keinginan untuk selalu menuntun diri serta orang lain menuju jalan kebaikan. Inilah fitrah murni manusia yang rindu akan kedekatan dengan Sang Pencipta.
Di akhir dialog, Ustadzah Maulida Rizki mengajak masyarakat Aceh Singkil untuk rutin melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Menurutnya, kunci kedamaian jiwa adalah menempatkan karakter Rabbaniyyah sebagai pemimpin, agar mampu mengendalikan tiga karakter negatif lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....