Karam saat Melaut, Nelayan Singkil Diselamatkan Nelayan Sumut

  • 02 Jul 2026 07:52 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Singkil - Sempat dilaporkan karam saat melaut hingga terombang ambing, seorang nelayan dari Gosong Telaga Timur, Singkil Utara, Aceh Singkil, bersama anaknya di selamatkan nelayan Sibolga, Sumatera Utara.

Kabar gembira terselamatkan nelayan tersebut, di benarkan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Gosong Telaga Timur, Singkil Utara, Aceh Singkil. Ridwan, Rabu malam, 1 Juli 2026.

"Iya, nelayan kita tadi yang sempat karam berhasil diselamatkan oleh nelayan dari Sibolga," sebut Ridwan.

Kemudian tambahnya, kondisi nelayan tersebut saat ini sudah kembali dibawa ke rumah dan berkumpul dengan keluarga, setelah mereka berhasil dievakuasi dari perairan laut Singkil, Seragian, Aceh Singkil.

Lebih lanjut Ridwan menjelaskan kronologis karamnya perahu milik Zakran bersama anaknya saat melaut, disebabkan karena dihantam angin kencang yang terjadi di Kabupaten Aceh Singkil dan sekitarnya pada Rabu siang, 1 Juli 2026.

"Pagi tadi seorang nelayan ini bersama anaknya pergi melaut, namun pada saat siang hari angin kencang terjadi hingga mengakibatkan perahu yang mereka (nelayan) tersebut karam," tambahnya.

Sebelumnya saat diketahui perahu seorang nelayan Gosong Telaga Timur, Singkil Utara, Aceh Singkil, karam, Rabu, 1 Juli 2026. Tim gabungan terdiri dari personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri dan relawan lainya melakukan penyisiran.

"Tim gabungan dari BPBD, TNI - AL dan Pol Airud sudah bergerak ke lokasi melakukan pencarian korban dengan menggunakan speedboat rescue BPBD sebanyak 8 personil," sebut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Singkil, Al- Husni, Rabu, 1 Juli 2026.

Kemudian kabar tentang karamnya perahu nelayan ini saat melaut, sempat menyontak perhatian masyarakat Kabupaten Aceh Singkil. Sebab selama dua hari angin kencang yang terjadi di Kabupaten Aceh Singkil dan sekitarnya, sejumlah insiden terjadi yang menimpa warga Aceh Singkil.

Seperti angin kencang yang terjadi pada Selasa, 30 Juni 2026, menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah warga Desa Tanah Bara, Gunung Meriah, Aceh Singkil.

Kemudian menyusul pada angin kencang yang terjadi pada Rabu pagi, 1 Juli 2026, atau rumah warga di Desa Haloban, Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil, roboh dan hancur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....