Inilah 7 Hikmah Besar Ibadah Kurban

  • 29 Mei 2026 22:23 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Aceh Singkil : Hari Raya Iduladha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan ternak. Melalui berkurban, seorang hamba dilatih untuk menundukkan ego pribadi dan mengutamakan perintah Ilahi di atas segalanya.

Dr. Mukhlis, M.Pd.I., dari Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Singkil, menjelaskan bahwa terdapat tujuh hikmah kurban yang perlu dipahami umat muslim. Hal itu ia sampaikan saat mengisi Program Kajian Islami di RRI SP Singkil pada Jumat 29 Mei 2026.

Berdasarkan pemaparan Dr. Mukhlis, M.Pd.I. dari Kemenag Aceh Singkil dalam siaran RRI SP Singkil, berikut adalah ringkasan mengenai 7 hikmah ibadah kurban yang perlu dipahami oleh umat Muslim.

Pertama, bentuk ketaaatan kepada Allah SWT : Kurban adalah salah satu bentuk perwujudan dari rasa patuh seorang hamba terhadap perintah Penciptanya. Ibadah ini bersifat ta'abbudi (penghambaan), di mana seorang muslim melaksanakannya murni karena Allah SWT yang memerintahkannya melalui Al-Qur'an dan Sunnah. “Ketika kita berkurban, kita sedang membuktikan bahwa hukum dan perintah Allah berada di atas segala-galanya dalam hidup kita.” Jelas Ustadz Mukhlis.

Kedua, menumbuhkan keikhlasan : Menyembelih hewan kurban melatih hati untuk berbuat sesuatu hanya demi mengharap rida Allah, bukan karena ingin dipuji, pamer (riya), atau dinilai kaya oleh tetangga. “Dalam Al-Qur'an ditegaskan bahwa yang sampai kepada Allah bukanlah daging atau darah hewan tersebut, melainkan ketakwaan dan keikhlasan dari hati orang yang berkurban.” ujarnya.

Ketiga, meningkatkan kepedulian sosial : Lewat pembagian daging kurban, sekat perbedaan ekonomi di masyarakat melebur karena semua kalangan dapat menikmati hidangan yang sama. “Hal ini efektif menumbuhkan rasa empati sekaligus menghadirkan kebahagiaan kolektif, yang pada akhirnya mempererat tali persaudaraan antar sesama.” tambahnya.

Keempat, meningkatkan rasa syukur : Kurban adalah ekspresi nyata dari rasa syukur atas segala nikmat, rezeki, dan kesehatan yang telah Allah anugerahkan sepanjang tahun. “Seorang muslim memilih untuk mengembalikan sebagian rezeki tersebut di jalan Allah sebagai tanda terima kasih.” tutur Ustadz Mukhlis.

Kelima, bentuk pengorbanan dan keihklasan harta : Harta cenderung membuat manusia merasa memilikinya secara mutlak, yang sering kali memicu sifat kikir (pelit). Membeli hewan kurban yang layak membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Di sinilah letak ujiannya, kurban melatih kita untuk "patah hati" terhadap duniawi dan membuktikan bahwa harta yang kita miliki hanyalah titipan yang harus rela dilepaskan demi kebaikan bersama dan perintah agama.” ungkap Ustadz Mukhlis.

Keenam, Mentaati keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail : Ibadah kurban adalah napak tilas dari sejarah luar biasa Nabi Ibrahim AS yang diuji untuk menyembelih putra tercintanya, Nabi Ismail AS. “Keikhlasan sang ayah dan ketundukan sang anak dalam menerima perintah Allah menjadi standar tertinggi dari arti sebuah kesetiaan.” tambahnya.

Ketujuh, Mensucikan jiwa dan mendekat diri kepada Allah SWT : Setiap proses dalam ibadah kurban, mulai dari niat, menyisihkan uang, hingga menyembelih. “Sarana untuk menyucikan jiwa dari penyakit hati seperti sombong, kikir, dan cinta dunia yang berlebihan.” tutup Ustadz Mukhlis.

Melalui momentum ini, masyarakat diingatkan kembali bahwa keikhlasan dalam melepaskan sebagian harta untuk berkurban menjadi bukti nyata dari pembersihan jiwa dari sifat kikir. Di sisi lain, pembagian daging kurban yang merata tanpa memandang latar belakang ekonomi terbukti efektif mencairkan sekat kesenjangan sosial, sehingga menciptakan harmoni dan rasa syukur kolektif di tengah masyarakat Aceh Singkil.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....