Refleksi Setahun Kepemimpinan, Masyarakat Singkil Beri Raport Merah Bupati
- 10 Mar 2026 21:52 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Singkil - Selain menyoroti tentang dugaan kejanggalan data calon penerima bantuan rehab rumah pasca banjir, aksi unjuk rasa yang di gelar oleh ratusan massa yang tergabung kedalam Forum Masyarakat Menggugat (Format), di warnai dengan refleksi 1 tahun 22 hari kepemimpinan Bupati dan Wakil Aceh Singkik, pasangan Safriadi - Hamzah (SAHABAT) .
Gabungan masyarakat dengan Mahasiswa itu menggeruduk Kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil, Selasa, 10 Maret 2026 terlihat menyampaikan sederet tuntutan yang dibentangkan kedalam spanduk. Kemudian para massa ini memberikan piagam penghargaan rekor miring kepada Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon yang disebut sebagai Bupati terburuk di Aceh dengan capaian pencitraan belaka dan khalayan tinggi.
"Raport Merah yang kami berikan ini kepada Bupati bukan untuk 5 tahun, akan tetapi atas kinerja Bupati selama 1 tahun 22 hari yang berdasarkan hasil survei SPI KPK,"sebut salah seorang orator aksi, Sakdam Husein, Selasa, 10 Maret 2026.
Menurut Sakdam melalui hasil survei penilaian integritas (SPI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2025 tersebut, menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil termasuk Bupati dan Wakil Bupati mendapatkan penilaian Raport merah. Termasuk, didalamnya sudah ada penilaian pelayanan dan pengelolaan anggaran.
" Silahkan dicek pak Bupati hasil survei tersebut melalui aplikasi,"tambahnya.
Bahkan tegas Sakdam atas dasar nilai tersebut massa yang tergabung kedalam Forum Masyarakat Menggugat (Format) datang ke kantor Bupati Aceh Singkil untuk menyampaikan secara langsung agar kedepan ada perbaikan. Terkhusus pelayanan dan transparansi pengelolaan anggaran.
Sementara itu, menyahuti Raport merah yang diberikan massa dengan mengatasnamakan masyarakat melalui unjuk rasa tersebut. Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon mengaku sudah menerima dan akan menjadikan hal tersebut sebagai bahan untuk intropeksi bagi diri sendiri dan pemerintahan demi perbaikan kedepannya.
" Ini kami kami terima dan akan kami jadikan sebagai koreksi bagi diri pribadi kami pada khususnya,"sebut Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon.
Selanjutnya dalam kesempatan itu, Oyon juga sempat menyinggung selama dirinya menjabat sebagai Bupati periode pertama tahun 2012 -2017. Oyon berupaya dan berkomitmen, untuk terus membangun daerah dengan ketersediaan anggaran yang ada.
Kemudian, ketika dirinya tidak lagi menjabat dan terpilih sebagai Bupati. Akan tetapi masyarakat mempercayakan ia menjadi wakil ketua DPR, Oyon mengaku tidak pernah melakukan koreksi terhadap Bupati selanjutnya.
" Sebab saya ingin memberikan kesempatan kepada Bupati setelah kami untuk membangun daerah ini,"tambah Oyon.
Hasil amatan dalam kegiatan unjuk rasa kali ini selain massa dilengkapi dengan pengeras suara dan spanduk bertuliskan sederet tuntutan, mereka juga terlihat membawa keranda jenazah sebagai bentuk pernyataan sikap yang menunjukkan telah matinya kebijakan dan keputusan pemerintah terhadap kepentingan masyarakat.