Polisi Olah TKP Dugaan Bunuh Diri di Rimo
- 12 Jul 2025 20:06 WIB
- Aceh Singkil
KBRN, Aceh Singkil: Kepolisian Resor (Polres) Aceh Singkil bergerak cepat mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan Olah TKP Kasus Dugaan Bunuh Diri di Desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, kabupaten Aceh Singkil, pada Jumat (11/7/2025). Polisi juga mengevakuasi korban, berinisal AERL, yang ditemukan tewas tergantung di rumahnya.pada Jumat malam.
Tim dari Polres Aceh Singkil menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan identifikasi awal. Petugas mengamankan TKP, melakukan olah TKP secara menyeluruh, dan mengamankan sejumlah barang bukti yang ada kaitan dengan peristiwa tersebut.
Kapolres Aceh Singkil AKBP Joko Triyono,S.I.K.,M.H., melalui Kasi Humas Polres Aceh Singkil IPTU Eska Agustinus Simangunsong,S.H. saat dikonfirmasi pada Sabtu (12/7/2025) menjelaskan peristiwa tragia itu diperkirakan terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 22.00 WIB.
"Berdasarkan pemeriksaan para saksi oleh Tim Sat Reskrim Polres aceh singkil dibantu Polsek Gunung meriah, peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, korban baru saja menyusun slop rokok di kedai milik keluarga. Tidak lama kemudian, korban menerima telepon dari kekasihnya yang diketahui berinisial EP. Percakapan melalui telepon tersebut diduga memicu pertengkaran terkait persoalan hutang piutang,” ujar Kasi Humas.
Diterangkan Iptu Eska, usai bertengkar dengan kekasihnya, korban juga sempat terlibat cekcok mulut dengan ayahnya di rumah, yang juga dipicu oleh permasalahan keuangan. Karena emosi, korban naik ke lantai dua, lalu gantung diri.
"Dalam kondisi emosi yang memuncak, korban kemudian naik ke lantai dua rumahnya. Di sana, ia mengikatkan tali ke lehernya di depan kamar mandi. Meskipun posisi kaki korban tidak tergantung sepenuhnya, korban diduga memaksakan posisi gatung, hingga menyebabkan terjepitnya saluran pernafasan yang mengakibatkan kematian di tempat," papar Kasi Humas
Saat keluarga naik ke lantai dua mendapati korban dalam keadaan tergantung tanpa tanda-tanda kehidupan, segera melepaskan ikatan tali dari leher korban.
Meski sudah ditangani kepolisian, dari pihak keluarga sudah membuat pernyataan bahwa menolak melakukan autopsi terhadap korban dan sudah mengikhlaskan peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian masih terus mendalami motif dan latar belakang peristiwa ini serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi guna memastikan tidak adanya unsur pidana lain di balik kejadian tersebut. Atas kejadian ini warga diimbau agar lebih memperhatikan anggota keluarga.
"Kami sampaikan belasungkawa atas kejadian ini. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi psikologis anggota keluarga di tengah tekanan ekonomi maupun permasalahan pribadi lainnya," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....