Rencana Pengalihan Program MBG ke Kantin Sekolah Menuai Penolakan dari Mitra
- 12 Sep 2026 16:32 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Singkil - Wacana pengalihan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke kantin sekolah program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai respons dan penolakan dari pengelola yayasan (Mitra) di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh.
Ketua Yayasan Rimo Hutanami Nauli, Gunung Meriah, Aceh Singkil, Nurhayati, menyatakan keberatan atas isu pengalihan tersebut. Menurutnya, pengalihan skema ke kantin sekolah tersebut, selain dinilai berpotensi merugikan mitra serta relawan yang selama ini mengawal keberlangsungan program.
Juga, dapat mengganggu ekosistem yang sudah terbentuk, mulai dari mitra, relawan, hingga UMKM dan vendor lokal yang menjadi pemasok bahan makanan.
"Program ini bukan sekedar persoalan pindah tangan, namun yang lebih penting bagaimana program yang sudah berjalan ini dapat dibenahi agar menjadi lebih baik, lebih efektif, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat kepada penerima,"sebut Nurhayati, saat ditemui wartawan di Desa Blok VI Baru, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, Sabtu, 12 September 2026.
Ia menilai jika wacana ini direalisasikan, maka kedepan pelaksanaan program MBG yang selama ini sudah berjalan dan terus dibenahi berisiko kembali diulang dari awal tanpa jaminan hasil yang lebih baik.
Kemudian Nurhayati juga menyoroti alasan efisiensi di balik wacana pengalihan tersebut, sebab menurut aspek efisiensi harus diukur secara menyeluruh dan transparan, bukan sekadar melihat biaya makanan per porsi.
“Kalau alasan perubahan efisiensi maka harus dibuktikan dengan perhitungan yang jelas, jangan hanya untuk mengejar efisiensi justru diperlukan pembangunan fasilitas baru, pengadaan peralatan, penambahan tenaga kerja, dan biaya operasional lainnya yang pada akhirnya membuat anggaran semakin besar,”tambahnya.
Serta ia mengatakan jangan hanya melihat biaya makanan per porsi, namun efisiensi harus dihitung secara keseluruhan. Mulai dari investasi fasilitas sampai biaya operasional, hingga biaya pemeliharaannya.
Disisi lain, meski demi kian ia tidak menutup pintu sepenuhnya terhadap peran sekolah. Bahkan tegasnya kantin sekolah tetap bisa dilibatkan, sebagai bagian dari ekosistem pendukung MBG.
Akan tetapi, harus didasari kajian mendalam terkait kesiapan fasilitas, standar keamanan pangan, kapasitas produksi, kebersihan, distribusi, hingga pengawasan.
Kemudian ia juga berharap, kedepan fokus utama program MBG ini tidak tergeser oleh perubahan mekanisme teknis dan anggaran negara benar-benar difokuskan untuk kualitas gizi penerima manfaat.
“Jika memang ada kekurangan dalam pelaksanaan MBG mari kita benahi bersama, jangan sampai solusi yang diambil justru menimbulkan persoalan baru dan membutuhkan anggaran tambahan,” tegasnya.
Sebab perbedaan mekanisme pelaksanaan program MBG ini seharusnya tidak menggeser fokus utama, yakni memastikan anak-anak dan kelompok penerima manfaat mendapatkan makanan bergizi, aman, berkualitas, dan tepat waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....