Pengelola Dapur Tolak Wacana Pengalihan Makan Bergizi Gratis ke Kantin Sekolah
- 12 Sep 2026 07:33 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Singkil - Rencana pengalihan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke kantin sekolah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai penolakan tegas dari mitra pengelola di daerah. Termasuk, di wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Aceh.
Kebijakan tersebut dinilai berpotensi merugikan berbagai pihak yang selama ini telah membangun ekosistem program dari awal, juga berdampak bagi tenaga relawan dapur.
Sikap keberatan tersebut disampaikan oleh salah seorang Penanggung Jawab Operasional (PIC) dapur SPPG di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh. Ahmad Hariono, Jum'at, 11 September 2026.
"Wacana melibatkan atau mengalihkan peran operasional ke kantin sekolah merupakan langkah yang tidak memprhitungkan kontribusi para mitra di lapangan," ujar Penanggung Jawab Operasional (PIC) dapur SPPG Yayasan Nasabe Sajan Yatim, Desa Bukit Harapan, Gunung Meriah, Aceh Singkil.
Mereka bersikap tegas menolak dan keberatan atas isu pengalihan dapur SPPG ke kantin sekolah, karena dinilai dapat merugikan mitra yang selama ini telah berinvestasi dan berkontribusi aktif menjalankan Program MBG.
Sebab menurut Hariono dampak dari kebijakan atau wacana itu, tidak hanya memukul mental pengelola dapur SPPG. Akan tetapi, juga mengancam keberlangsungan hidup para relawan serta rantai pasok lokal yang telah terbentuk dan berjalan selama ini.
Karena beroperasionalnya dapur SPPG makan bergizi gratis (MBG) selama ini, ada berkaitan dan bergantung pada pasokan bahan pangan dari vendor lokal dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Terutama di sekitar wilayah Gunung Meriah, Aceh Singkil.
"Jika skemanya diubah, ada banyak relawan yang kehilangan peran, serta vendor dan UMKM lokal yang selama ini menjadi penyedia bahan makanan akan terdampak secara ekonomi," tambahnya.
Selanjutnya selain persoalan ekosistem dan kemitraan, Ahmad juga menyoroti efisiensi pelaksanaan program tersebut.
Sebab tegasnya, tata kelola SPPG saat ini sudah berjalan dan terus mengalami pembenahan agar semakin optimal. Serat bahkan kebijakan pengalihan operasional dapur SPPG ke kantin sekolah, justru dinilai sebagai langkah mundur yang dapat berisiko tinggi.
"Jikalaulah wacana ini terealisasi, Program MBG yang sudah berjalan lancar meski terus dalam pembenahian, kedepan ini harus mengulang prosesnya dari nol lagi,"tegasnya.
Disisi lain, ia juga menilai tidak ada jaminan bahwa pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dialihkan kepada kantin sekolah akan memberikan hasil yang lebih baik daripada sistem yang saat ini sudah berjalan.
Oleh sebab itu, hingga saat ini para pengelola SPPG di daerah berharap pemerintah serta pihak terkait mempertimbangkan kembali rencana tersebut.
Termasuk pengelola dapur SPPG Yayasan Nasabe Sajan Yatim, Desa Bukit Harapan, Gunung Meriah, Aceh Singkil. Yakni, dengan tetap mempertahankan skema kemitraan yang telah memberdayakan masyarakat serta UMKM lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....